Ahad, 23 Februari 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Strategi Autentik Untuk Brand, Produk Dan Layanan

Posted by: 19-09-2018 10:58 WIB 780 viewer

Strategi Autentik Untuk Brand, Produk Dan Layanan
Suherman Widjaja

Banyak pembelajaran menarik bisa dipetik saat mengamati berbagai bisnis. Kali ini kita bahsa aspek yang dikaitkan dengan preferensi konsumen.  Mengamati industri turisme yang sedang naik daun saat ini kiranya menarik untuk menajdi sebuah studi kasus dalam membahasa konsep autentik. Tempat makan dan minum, serta tempat wisata adalah hal utama dalam industri tersebut.

Autentik menurut Stanford Encyclopedia of Philosophy adalah orisinal atau asli atau yang diyakini sebagai orisinal. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti dapat dipercaya, asli, tulen, sah.

Dalam industri turisme ada komponen kuat yang bisa mempersuasi konsumen yaitu kekhasan atau komponen tradisional. Kedua komponen tersebut ialah yang paling banyak dicari oleh konsumen dalam turisme, sehingga menjadi elemen yang kuat dalam membangun autentikasi suatu brand atau produk yang akan jadi pilihan konsumen.

Kondisi ini berlaku disemua  tempat belahan dunia. Sebut saja betapa gandrung dan bangganya para turis berfoto memakai busana tradisional kimono di Jepang, baju kaisar di China, memakai terompah kayu dan busana nelayan volendam di Belanda. Berjuang keras inigin membunyikan Alphorn, terompet superpanjang ala pegunungan Alpen Swiss, meniup Didgeridoo alat musik suku Aborigin Australia serta mengejar kuliner khas daerah.

Demikian juga di Indonesia, bisa dilihat begitu sumringahnya para turis lokal maupun mancanegara saat diajak memainkan angklung sunda sambil menyeruput minuman bandrek. Turis begitu antusias pergi jauh untuk melihat sisa reruntuhan tembok Berlin, mengunjungi tembok raksasa Beijing, Candi Borobudur dan sebagainya semua karena adanya sesuatu yang autentik, yang khas dan tradisional.

Selain lahir secara alamiah karena adat istiadat dan kebudayaan, autentikasi bisa juga diciptakan sendiri dengan mempertahankan keunikan yang menarik bagi konsumen. Contoh Harry’s Café de Wheels penjual pie yang populer ke mancanegara karena mempertahankan menu beef dan chicken pie nya yang disukai oleh konsumen, ditambah outlet nya yang otentik berupa mobil van di Sydney Harbour.

Merek, Produk serta layanan yang sarat unsur autentik menjadi magnet bagi preferensi konsumen untuk diakses dan dinikmati. Studi Kasus 1 : di pelosok dalam gang Kaliurang Yogyakarta ada satu penyedia kuliner dengan konsep warung tradisional yang kental nuansa makan di rumah pedesaan. Konsep sederhana dengan eksekusi yang sangat baik membuat bisnis tersebut mendulang konsumen yang antre untuk makan dan minum disana.

Bangunan rumah tradisional dipertahankan menjadi penyedia produk dan layanan bagi konsumen. Untuk menikmati produk yang dijual, konsumen masuk ke dapur mengambil sendiri sesukanya nasi beserta lauk sederhana berupa sayur lodeh serta tiga lauk masakan rumah lainnya di dapur asli tradisional yang agak redup seperti umumnya rumah desa. Sementara diantara tamu ada yang antre mengambil makanan, para pegawai “bak sang ibu” asyik terus memasak tambahan lauk yang kurang bagi keluarganya. Semua sibuk seperti rumah sendiri hanya penerima order yang khusus melayani pesanan minuman dan pisang goreng yang tiada henti wara-wiri.

Konsumen antre tiada henti menunggu giliran duduk. Dengan pilihan duduk didalam rumah atau di tanah beralaskan tikar di pinggiran sawah yang merupakan halaman belakang warung.

Produk, layanan dan prasarana pendukung dipersiapkan untuk mengusung keautentikan warung atau rumah desa. Namun semuanya disesuaikan dengan preferensi konsumen yang disasar. Toilet dibuat bersih dan cukup modern untuk higienitas. Konsep makan laksana dirumah sendiri diterapkan melalui layanan via karyawan yang dilatih untuk melayani konsumen denganr amah seperti anggota keluarga hingga sistem pembayaran. Konsumen sangat leluasa mengambil apa pun juga yang tersedia, tinggal menyebutkan sejujurnya apa saja yang sudah di makan dan minum kepada kasir yang duduk di kursi  di bagian tengah rumah.

Dengan konsep tersebut  bisnis warung kopi ini selalu ramai diantre konsumen walaupun lokasinya di dalam gang sempit pinggri pesawahan.

Brand, produk dan layanan yang autentik cenderung digemari konsumen karena di dalamnya terdapat orisinalitas sehingga memberikan kesan unik. Jika sudah memiliki satu komponen yang autentik yang diyakini menarik bagi konsumen, strategi yang perlu dilakukan berikutnya ialah penyelarasan dengan karakteristik yang menjadi preferensi konsumen. Berikut ini langkah-langkah yang ditempuh:

Pertama aialah karakteristik yang tulus. Unsur karakteristik perlu dibuat apa adanya tanpa dibuat-buat atau tanpa manipulas untuk bertujuan negatif. Dengan memelihara karakteristik yang tulus maka kekhasan brand, produk dan layanan kita senantiasa menonjol dan menjawab kehausan konsumen akan suatu yang berbeda. Kemudian cari apa keunggulan dari komponen autentik kita dibandingkan dengan pemain lain yang menawarkan produk serupa.

Telaah keunggulan tersebut dan jadikan USP (Unique Selling Point) dalam proses pemasaran.  Namun perlu dipastikan bahwa USP tersebut selaras dengan Value Proposition yang telah direncanakan sebelumnya. Setelah ditentukan semua USP tadi, langkah selanjutnya lalah menjadikan hal tersebut menjadi “Cause”  atau penyebab yang menjadi dasar mengapa seseorang perlu membeli produk kita. Cause  ini perlu diangkat agar konsumen dan calon konsumen menyadari bahwa produk dan layanan kita adalah yang paling tepat.

Langkah-langkah tersebut selanjutnya dikemas menjadi sesuatu yang bisa membuat konsumen nyaman, senang, terhibur. Itu bisa diwujudkan dalam bentuk suasana, tampilan dekorasi, desain dan atribut fisik lainnya. Terlebih lagi akan baik sekali jika diwujudkan menjadi suatu atraksi, kegiatan atau acara tertentu.

Langkah terakhir dalam strategi ini yaitu eksekusi yang apik yang bisa menyentuh sisi emosional konsumen atau paling tidak bisa menyentuh panca inderanya. Dengan begitu, komponen autentik dari brand, produk dan layanan kita akan masuk serta meresap dalam memori konsumen dan bertahan lama.

Selain langkah diatas, perusahan juga perlu mengikuti segala perkembangan zaman dan tren yangs edang terjadi serta selalu punya visi kedepan dalam memperbesar bisnisnya. Dengan demikian bisnis tidak hanya bertahan tapi juga maju dan berkembang menjadi lebih besar.

Suherman Widjaja

Director and Lead Consultant of Business Development Prasetya Mulya

 


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Mengukur Kekuatan Marketing di Media sosial

Mengukur Kekuatan Marketing di Media sosial
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Harus diakui kalau pengguna media sosial saat ini cukup tinggi, tak terkecuali di Indonesia. Dalam laporan digital yang dirili...


Marketing Harus Bisa Memanfaatkan Big Data

Marketing Harus Bisa Memanfaatkan Big Data
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Memanfaatkan data besar atau big data untuk melihat perilaku konsumen merupakan salah satu kunci manajemen pemasaran di era di...


Pentingnya Dukungan Komunitas Untuk Branding

Pentingnya Dukungan Komunitas Untuk Branding
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Komunitas sepertinya telah berhasil menjadi senjata ampuh untuk membangun strategi bisnis pada sebuah perusahaan di era digita...


3 Kunci Manajemen Pemasaran di Era Digital

3 Kunci Manajemen Pemasaran di Era Digital
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Digitalisasi telah menimbulkan suatu fenomena yang disebut dengan Digital Darwinism, yaitu ketika perkembangan teknologi lebih...