Selasa, 23 Juli 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Sisi Manajemen Pemasaran Dari Event Akbar Idul Adha

Posted by: 23-08-2018 11:55 WIB 520 viewer

Sisi Manajemen Pemasaran Dari Event Akbar Idul Adha
Gancar Candra Premananto, Head Of Magister Of Management  Faculty Of Economics and Bussines Airlangga University

Bagi yang beragama Islam, kisah bagaimana Nabi Ibrahim as dan putra beliau, Nabi Ismail as telah banyak diperdengarkan dalam khutbah hari raya Idul Adha. Berbagai hikmah juga telah disampaikan oleh para mubaligh, untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan bersosial masyarakat. Namun kali ini, Saya berupaya menyampaikan hikmah manajerial yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan berorganisasi bisnis.

Kisah Singkat

Dalam sebuah momen kisah berkurbannya keluarga Nabi Ibrahim as, diriwayatkan adanya keterlibatan Iblis didalamnya. Ketika Nabi Ibrahim as bersama nabi Ismail as telah siap menjalankan perintah ALLAH SWT, maka Iblis hadir untuk mempersuasi agar perintah tersebut tidak dilaksanakan. Dalam episode awal, Iblis mempersuasi Nabi Ibrahim as untuk menghentikan niatnya menyembelih Nabi Ismail as. Namun kualitas kenabian beliau tentunya sulit tergoyahkan oleh bujukan Iblis. Aktivitas Iblis beralih ke Siti Hajar, sebagai seorang istri dan Ibu. Ternyata bujukan Iblis juga gagal. Demikian juga ketika beralih ke Nabi Ismail as, seorang anak seusia sekolah dasar. Keluarga tersebut tidak terpengaruh sedikitpun untuk mengurungkan niatnya melaksanakan perintah ALLAH SWT. Ibrahim melempar iblis dengan batu, mengusirnya pergi. Dan hal tersebut kemudian menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yakni melempar jumrah ula, wustha dan aqobah. Dan akhirnya kisahpun berlanjut dengan digantikannya Nabi Ismail as dengan seekor domba besar, sebagai hewan kurban. Dan hal ini menjadi inti dari Idul Adha yakni adanya semangat berkurban dan berbagi kepada sesama sebagai bentuk kepatuhan kepada Tuhan.

Lantas dimana pembelajaran manajemennya?

Pembelajaran Manajerial

Pembelajaran manajerial yang dapat saya petik antara lain;

  1. Iblis adalah tokoh pemasaran yang tidak kenal lelah untuk mencari celah. Gagal di satu jalan, aktif mencari jalan di jalur lain. Sebuah semangat yang seharusnya juga harus dimiliki para pemasar produk positif.
  2. Pendekatan/persuasi yang dilakukan Iblis baik kepada Nabi Ibrahim as, Siti Hajar maupun Nabi Ismail as tentunya tidak dengan pendekatan dan bahasa yang sama. Iblis telah paham kondisi fisik dan psikologi manusia tentunya telah melakukan segmentasi pasar. Sehingga pendekatan kepada nabi Ibrahim as tentunya lebih mempersuasi dengan pendekatan seorang Bapak yang tidak pernah berjumpa dengan anak kesayangannya selama bertahun-tahun. Pendekatan kepada Siti Hajar tentunya adalah dengan pendekatan seorang Ibu yang tentunya tidak rela anak semata wayangnya harus disembelih oleh ayahnya sendiri. Kepada sang anak, persuasi tentu berbeda lagi, yakni dengan mempertanyakan orang tua seperti apakah yang rela membunuh anaknya dengan disembelih. Dengan demikian untuk segmen yang berbeda, pendekatan cara persuasinya tentu juga akan berbeda. Dan hal inilah salah satunya yang harus benar-benar dipahami oleh para pemasar. 
  3. Konsumen akan sulit menghadapi rayuan pemasar yang memahami konsumennya. Konsumen yang mampu bertahan dari rayuan pemasar adalah yang memiliki prinsip hidup dan relijiusitas yang kuat. Dan terlihat bahwa relijiusitas seseorang tidak berkaitan dengan gender dan usia. Dimungkinkan berdasarkan hikmah kisah keluarga Nabi Ibrahim as, yang sangat kuat pendiriannya dan tidak mudah goyah oleh persuasi pemasaran Iblis, maka konsumen yang sulit dipengaruhi adalah yang memiliki nilai spiritualias/relijiusitas tinggi. Sehingga hidupnya tidak dipengaruhi oleh masalah duniawi dan pendapat lingkungan sosial sekitarnya. Adapun konsumen yang mudah dipengaruhi adalah yang masih menggunakan nilai-nilai keduniawian, simbolik/gengsi, dan hedonik dalam proses pengambilan keputusannya. Beberapa riset yang menggunakan variabel relijiusitas dalam lingkungan belanja seringkali mendukung hal tersebut.
  4. Akhir kisah berjalan menjadi happy ending. Sang anak tidak jadi meninggal, bahkan mereka kembali berkumpul sebagai keluarga yang bahagia dan diberkahi ALLAH SWT. Menjadi hikmah bagi kita bahwa aktivitas berkurban dengan apa yang dicintai akan senantiasa memberikan hasil yang positif. Perusahaan yang aktif melakukan aktivitas berbagi (baca: CSR) akan memberikan efek positif bagi perusahaan itu sendiri.
  5. Sebuah kisah kesuksesan tidak akan bermakna apabila tidak tertulis dan diceritakan. Maka sebuah institusi yang telah mengarah pada kesuksesan harus juga menuliskan kisahnya menjadi sebuah Knowledge Management, yang dapat diteruskan kepada generasi barunya. Sehingga dapat dipelajari faktor-faktor yang dapat dijadikan Key Success Factors.

Penutup

Sebagai penutup, Idul Adha sendiri telah menjadi merk event rutin akbar yang sudah sangat dikenal bagi umat Islam dan masyarakat Indonesia, bahkan sebagian besar penduduk dunia. Aktivitas akbar ini juga mengajarkan kepada kita bahwa ketika sebuah institusi mengadakan sebuah event organisasi diharapkan juga tidak melupakan 2 unsur utama raya yakni ada pendekatan diri kepada Tuhan serta aktivitas berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Itulah salah satu bentuk utama dari manajemen spiritual


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Tips Memilih Klinik Kecantikan yang Aman dan Terpercaya

Tips Memilih Klinik Kecantikan yang Aman dan Terpercaya
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Klinik kecantikan menjadi salah satu tempat favorit kaum hawa untuk memanjakan tubuh mereka agar tetap terlihat cantik d...


Pentingnya Memanfaatkan Kekuatan Cerita Untuk Branding

Pentingnya Memanfaatkan Kekuatan Cerita Untuk Branding
SURABAYA, INFOBRAND.ID - Metode bercerita atau story telling merupakan metode yang cukup efektif dalam menarik perhatian audiens. Dimana melalui sebua...


Gancar Premananto: Pameran Bisa Digunakan Untuk Membangun Merek

Gancar Premananto: Pameran Bisa Digunakan Untuk Membangun Merek
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Airlangga (Unair), Dr. Gancar Candra Premananto, MSi., CMA mengatakan bahwa suatu...


Catat! Ini 10 Langkah Jadi Pengusaha Sukses Untuk Generasi Milenial

Catat! Ini 10 Langkah Jadi Pengusaha Sukses Untuk Generasi Milenial
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Tak bisa dipungkiri kalau era digital telah melahirkan generasi milenial. Selain melek teknologi, mereka juga memiliki i...