Kamis, 23 Mei 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Perspektif Membangun Brand di Sektor Pariwisata

Posted by: 13-03-2019 15:46 WIB 153 viewer

Perspektif Membangun Brand di Sektor Pariwisata
Arief Yahya, Menteri Pariwisata

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 20 juta sampai akhir 2019. Selama 4 tahun target  kunjungan wisman ke Indonesia sudah sesuai rencana atau on the track. Namun, munculnya musibah bencana alam dalam dua tahun berturut-turut; yakni erupsi Gunung Agung di Bali  pada September 2017 dan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)  pada Agustus 2018 berdampak pada menurunnya kunjungan wisman ke Indonesia. Meski demikian, untuk target devisa dalam dua tahun itu tercapai. Tahun 2018 devisa pariwisata meningkat  sebesar US$17 milyar meningkat dari tahun sebelumnya.

Upaya untuk mencapai target 17 juta kunjungan wisman di 2018, Kemenpar melakukan  tiga program strategis. Pertama, Hot Deal ViWI 2018 dengan target 2,5 juta wisman. Kedua, program insentif bagimaskapai penerbangan (airlines)  untuk melakukan bundling ticket dengan target 1,5 juta wisman, dan program ketiga digital marketing platform competing destination model (CDM).

Kementerian Pariwisata dalam membangun brand Pesona Indonesia menawarkan agar korporasi memanfaatkan posisi tawar Brand Wonderful Indonesia yang  saat ini menempati peringkat 47 dalam Country Branding Index,  jauh mengungguli Malaysia dan Thailand.

Kemenpar mentargetkan program  co-branding Wonderful Indonesia (WI) dan Pesona Indonesia (PI) dengan 100 mitra (brand) untuk melakukan PKS (Perjanjian Kerja sama),  sebagai wujud in action Co-Branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia dalam mempercepat tercapainya target kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2018 dan 20 juta wisman hingga akhir 2019.

Saat ini sudah ada 130  brand dari berbagai kategori produk seperti fast moving consumer goods (FMCG), banking, kuliner, digital, hingga selebritis endorser yang melakukan co-branding.  Sebagai action konkrit co-branding WI/PI dengan mitra sudah diwujudkan yang masing-masing brand mendapat benefit. Misalnya, memasang logo WI di kendaraan taksi dan bus. Serta  Training for the Trainer Program Wonderful Indonesia Service Ambassador (WISA) kepada para pengemudinya.

Bicara kombinasi strategis penggunaan media, antara media konvensional dengan penggunaan media berbasis internet, sekitar tahun 2014-2015 strategi promosi Kemenpar menggunakan komposisi 60% offline dan 40% online. Namun  belakangan ini komposisi ini dibalik;  40% offline  dan 60% online berbasis internet.

Kemenpar melakukan co-branding dengan para mitra (brand mitra) dari kalangan korporasi; consumer goods (FMCG), banking, kuliner, digital, hingga selebritis endorser. Selain itu membangun komunikasi bersama Generasi Pesona Indonesia (GenPi), Generasi Wonderful Indonesia (GenWi) di mancanegara. Saat ini GenPI sudah menyebar di 24 provinsi di Indonesia, sedangkan GenWi di 10 negara. []


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Rahasia Agar Tetap Fokus Berkendara Selama Puasa

Rahasia Agar Tetap Fokus Berkendara Selama Puasa
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Menjalani aktivitas di tengah ibadah puasa menjadi tantangan besar bagi umat muslim di seluruh dunia. Terutama bagi mere...


Membangun Rencana Transformasi Bisnis Digital

Membangun Rencana Transformasi Bisnis Digital
INFOBRAND.ID - Penyesalan terbesar di dunia investor Silicon Valley adalah melewati kesempatan menanamkan modal di bisnis Facebook diawal pengembangan...


4 Cara Nikmati Liburan Keluarga Saat Ramadhan ala OYO Hotel

4 Cara Nikmati Liburan Keluarga Saat Ramadhan ala OYO Hotel
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Berpuasa bukanlah suatu halangan untuk bisa menikmati liburan. Apalagi, puasa tahun ini bertepatan dengan musim libur se...


6 Faktor Utama Agar Brand Bisa Tumbuh di Pasar Kompetitif

6 Faktor Utama Agar Brand Bisa Tumbuh di Pasar Kompetitif
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Pada tahun 2018 lalu, perekonomian di Indonesia berkinerja cukup baik. Begitu juga dengan pasar FMCG (Fast Moving Consum...