Selasa, 23 Juli 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Millennials & Creativity

Posted by: 13-03-2019 16:13 WIB 300 viewer

Millennials  & Creativity
Founder&Creative Thinker of OMG Consulting, Yoris Sebastian

Memang tak mudah untuk mendapat gelar Startup Unicorn.   Tapi Indonesia punya anak-anak muda kreatif yang menggawangi perusahaan rintisan  yang rata-rata mengawali bisnisnya di usia 20 hingga 30 tahun dan kini sudah bergelar Startup Unicorn. Mereka  memiliki pendanaan yang fantastis dan mereka mampu meyakinkan pemodal asing untuk berinvestasi di bisnisnya. 

Yoris Sebastian, Founder&Creative Thinker of OMG Consulting, mengatakan, jangan salah kaprah. Menurutnya hampir semua  startup unicorn ini  memulai usahanya dengan modal kecil.

Menurut penulis buku “Oh My Goodness: Buku Pintar Seorang Creative Junkies” ini, pola bisnis para startup unicorn tak jauh beda  dengan brand-brand terdahulu  yang dibesarkan para pengusaha senior. 

Bahkan dari beberapa startup yang sekarang ini menjadi  besar,  mereka juga tetap menggunakan medium televisi untuk membesarkan marketnya.

Yang harus diperhatikan juga adalah gejala product and customer centric  -ungkapan: pembeli adalah raja-red—yang  bisa membuat brand kecil seperti Gojek tetap tidak pasang iklan di televisi.” Jadi zaman sekarang sebenarnya tidak ada single answer,’tegas penulis “Generasi Langgas:  Millennials Indonesia” ini.

Keunggulan kompetitif dan komperatif apa yang harus  dimiliki para pemilik brand di tanah air? Jawaban Yoris adalah Sumber Daya Manusia yang mumpuni. “Sekarang sudah tidak zamannya  lagi one man show. Lihat saja William Tanujaya di Tokopedia, Nadiem Makarim di Gojek dan masih banyak perusahaan baru lainnya. Mereka sibuk membesarkan jagoan-jagoan SDM baru sehingga tidak hanya bergantung pada CEO,”kata Yoris.

Para pemilik brand, lanjutnya,  bukan hanya perlu benar-benar menjadikan karyawan sebagai prioritas no 1 diatas konsumen,  namun juga memberikan pelatihan yang tepat. Di 2020 manusia akan bekerja bersama advance robot dan artificial intelligence.

Bagaimana dengan generasi milenial? Sejauhmana para pemilik brand mafhum dengan pasar ini?  “Saya sendiri di buku “Generasi Langgas: Millennials Indonesia”,  sudah menegaskan potensi bekerja bersama generasi millennials yang merupakan demografi terbesar di usia produktif saat ini. Bekerja bersama bukan berarti dimanjakan ya! ,”papar Yoris yang tercatat sebagai General Manager termuda se-Asia ini.  Menurutnya, menjadi Brand Champion di era millennial,  harus mengubah tujuan yang sebelumnya selalu ingin tampil awesome as brand menjadi tujuan baru yaitu membuat konsumen menjadi awesome. Di era sekarang brand yang memuji-muji diri sendiri sudah tidak jalan lagi. Content yang diangkat dalam promotion strategy sudah bukan copywriter based , tapi harusnya menjadi  media based.[] 


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Tips Memilih Klinik Kecantikan yang Aman dan Terpercaya

Tips Memilih Klinik Kecantikan yang Aman dan Terpercaya
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Klinik kecantikan menjadi salah satu tempat favorit kaum hawa untuk memanjakan tubuh mereka agar tetap terlihat cantik d...


Pentingnya Memanfaatkan Kekuatan Cerita Untuk Branding

Pentingnya Memanfaatkan Kekuatan Cerita Untuk Branding
SURABAYA, INFOBRAND.ID - Metode bercerita atau story telling merupakan metode yang cukup efektif dalam menarik perhatian audiens. Dimana melalui sebua...


Gancar Premananto: Pameran Bisa Digunakan Untuk Membangun Merek

Gancar Premananto: Pameran Bisa Digunakan Untuk Membangun Merek
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Airlangga (Unair), Dr. Gancar Candra Premananto, MSi., CMA mengatakan bahwa suatu...


Catat! Ini 10 Langkah Jadi Pengusaha Sukses Untuk Generasi Milenial

Catat! Ini 10 Langkah Jadi Pengusaha Sukses Untuk Generasi Milenial
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Tak bisa dipungkiri kalau era digital telah melahirkan generasi milenial. Selain melek teknologi, mereka juga memiliki i...