Rabu, 20 November 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Membangun Marketing Channel di Media Digital

Posted by: 13-03-2019 16:03 WIB 415 viewer

Membangun Marketing Channel di Media Digital
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce (idEA), Ignatius Untung

Sejatinya media digital bisa menjadi sarana yang powerfull untuk melakukan serangkaian aktifitas marketing. Namun, hingga saat ini media digital baru sebatas melakukan Sales Channel, belum sebagai sarana atau channel  membangun brand. 

Alasan mereka masuk ke ranah digital karena angka penjualannya lebih terukur dan bisa dievaluasi. Sayangnya,  yang diharapkan masuk ke media digital ini bukan hanya untuk sales channel, tapi juga marketing channel. Artinya,  masuk digital channel bukan melulu untuk jualan.

Lima tahun yang lalu pemilik platform yang mendatangi pemilik brand. Kalau sekarang pemilik brand yang datang  ke pemilik platform, “Eh, saya mau jualan ke tempat kamu, dong,”. Tapi belum berorientasi membangun brand. Mungkin ada tapi belum banyak.

Pemilik brand  masih belajar tentang digital dalam arti yang paling gampang adalah jualan.  Supaya bisa jadi pemenang  dia harus kompetitif, memiliki value yang paling mahal dari proses ini semua, bukan hanya jualan, melainkan benefit memperoleh data. Penetrasi seperti apa, seberapa laris produknya, semua bisa diukur dari online. Kalau offline tak terukur. Seperti memasang billboard,  berapa banyak yang terjual,  itu tak bisa diukur.

Banyak pemilik brand yang tidak mempunyai frame work yang benar tentang membangun brand. Di online orang punya kontrol terhadap opini, kalau di offline tidak punya, sehingga kita misalnya harus memfasilitasi good apparel dan mempunyai strategi menghadapi  bad aparel.  Nah, kalau mereka yang belum berpengalaman di digital, akan kelabakan.

Jadi harus bisa masuk kedua-duanya (online dan offline). Kekuatan tetap ada di  brand concept-nya. Bicara  marketing mix itu  ada 4M yakni market, merchandise ,  media dan message . Semua bauran ini harus kuat. Yang tidak disadari pemilik brand adalah mereka terlalu fokus pada media.

Jangan salah! Tak sedikit pemilik brand  yang lahir di era digital  yang tak mengerti bagaimana membangun brand. Ukuran kesuksesan brand itu loyality. Nah, kalau sekarang customer didorong dengan diskon terus,  transaksi penjualan memang meningkat karena diskon. Tapi kalau diskonnya dihentikan, Kira-kira turun nggak penjualannya? Pasti turun.

Soal sumber daya manusia (SDM), perlukah merekrut orang-orang muda? Kalau menurut saya jangan orang-orang muda, justru orang yang berpengalaman membangun brand. Konsumen yang baik, belum tentu menjadi brand owner yang baik. Belum tentu bisa menjadi brand manajer yang baik, karena sehari-hari dia sebagai konsumen. Tapi begitu dia harus keluar, melihat dari kacamata pemilik brand, nah bisa saja berbeda.

Sukses sebagai konsumen tidak   menjamin mereka sukses sebagai marketer. Jadi, sebenarnya bukan marketnya milenial, terus pemilik brand-nya harus milenial. Yang penting adalah orang yang bisa mengerti siapa pun target marketnya itu.

Brand itu bukan sekedar diingat saja. Kalau menurut teori saya, awareness itu level kesuksesan brand yang paling dasar. Karena sekedar ingat tak menjamin kita akan membeli brand itu. Artinya awareness bukan jaminan membeli. Bicara ekonomi digital tahun 2020 yang kabarnya potensi pasar bisa  mencapai US$ 130 milyar?  Di sektor apa saja? Contoh, ada portal properti, apakah itu dihitung? Seperti saya ada portal rumah123.com yang penjualannya mencapai Rp 400 triliun per tahun. Kalau. Sejak 2015 sampai sekarang rumah123.com tumbuh 15 kali.[]


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


3 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Go-Pay Masih Juaranya!

3 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Go-Pay Masih Juaranya!
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Perkembangan teknologi yang semakin masif telah berhasil membawa perubahan pada semua aspek di kehidupan manusia, tak terkecua...


Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional

Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Berdiri sejak 20 tahun lalu, Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) masih menjadi asosiasi andalan yang menjadi ruj...


Emir Pohan: Legalitas, Instrumen Keberhasilan Franchise

Emir Pohan: Legalitas, Instrumen Keberhasilan Franchise
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Hukum menjadi sesuatu yang sangat penting dalam berkehidupan di negara ini. Semua kegiatan maupun aktivitas harus mengacu pada...


WFA Percaya Merek Waralaba Indonesia Bisa Berkembang di Pasar ASEAN

WFA Percaya Merek Waralaba Indonesia Bisa Berkembang di Pasar ASEAN
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Troy Franklin, COO South East Asia World Franchise Associates (WFA) meyakini kalau merek waralaba Indonesia memiliki peluang y...