Sabtu, 04 Juli 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Begini, Cara menjadi Brand Muslim Zaman Now Ala Yuswohady

Posted by: 14-05-2018 11:26 WIB 1287 viewer

Begini, Cara menjadi Brand Muslim Zaman Now Ala Yuswohady
Yuswohady

Sebagai seorang ahli dalam bidang pemasaran yang telah merilis 40 buku tentang pemasaran, Yuswohady luncurkan buku terbarunnya yang berjudul Gen M #GenerationMuslim *Islam Itu Keren*.

Dalam Peluncuran bukunya yang diadakan di Telkom Menara Multimedia Yuswohady menguraikan bagaimana saat ini perkembangan pemasaran sebuah produk yang dilakukan oleh para pemilik brand khususnya di Indonesia.

Tekhnik pemasaran  yang bisa dikaitkan dengan akan datangnya bulan suci ramadhan ini, tentang ‘Sharia Deepening’ dimana bahwa sejak tahun 2015 tekhnik pemasaran sudah dimulai, dan semakin meningkat di tiap tahunya hingga saat ini.

IKLAN INFOBRAND.ID

Lalu apa itu ‘Sharia Deepening’ adalah dimana pemilik brand atau merek tingkatkan program Riba Awareness, Halal Education, Market Fragmentation, Consumer segregation.

terkait dengan ‘Who Is Muslim Zaman Now’, Yuswohady melontarkan, “Muslim Zaman Now Means 2F 1.Faith, They are loyal to religious guidelines, 2.Fun, They follow of the latest trends (Fashion,Music,Art,Tech).”

Yuswohady pun membeberkan beberapa contoh iklan-iklan yang dikeluarkan sebuah brand yang saat ini sedang gencar atau aktif melabel mereknya dengan sertifikat ‘HALAL’.

1.Halal Of Things: The Hot Label

Halal Of Everything, Apapun produk dan layanannya, semua harus pakai label halal, ini menjadi semacam “Magic Word” yang bisa “menghipnotis” konsumen muslim zaman now. Pemilik merek berlomba-lomba menggunakan label halal. Contoh: Brand Kulkas, Penggorengan, Pembalut wanita saat ini menggunakan label Halal.

2.Riding The Conversations: High Risk, High Return And High Loss

Pemilik brand non makanan/minuman berlomba-lomba mengkomunikasikan loho halal yang telah dikantonginya, mereka mencuri perhatian muslim zaman now, tetapi, tantangannya, ini bisa menguntungkan atau merugikan. Contoh: Zoya, Wardah, Inglot.

3.Hijrah: The New Way Of Life

Hijrah menjadi pilihan baru hidup muslim zaman now, bagi mereka, hijrah bukan lagi sekedar kesadaran menggunakan kerudung, mereka rela meninggalkan pekerjaan demi keyakinan, yang bekerja di Bank, sebagai selebriti, mereka rela meninggalkan pekerjaan yang sudah mapan untuk hijrah ke jalan hidup yang sesuai syariah. Contoh: Laudya Cynthia Bella, Kartika Putri, Teuku Wisnu.

4. The Rise Of Riba Awareness

IKLAN INFOBRAND.ID

Seiring naiknya kesadaran riba di kalangan muslim zaman now, pemilik merek pun harus siap-siap untuk sharia friendly, contoh saja saat ini Go-Pay yang ada di aplikasi Gojek yang kini berancang-ancang luncurkan produk Go-Pay Syariah.

5.Umat Nomic: The New Movement

Umat nomic muncul sebagai kekuatan baru untuk menjawab anxiety & desire muslim zaman now, mereka muncul dengan konsep syariah, Muslim zaman now pun menyukai geliat pergerakan ini karena mengikuti kaidah syariah, modern, dan profesionalitas.Contoh 212 Mart yang gunakan sistem amanah, jamaah, dan izzah, dan Tip Top swalayan yang mengklaim seluruh pegawainya menggunakan 100% hijab.

6.Soleh-Smart-Kids: The Paradigm Of Parenting

Muncul tren bahwa mamah muda muslim zaman now lebih menyukai anaknya mendapatkan pendidikan di sekolah islam, kini SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) jadi favorit mamah-mamah muda karena menerapkan pembelajaran 2 in 1 Sains dan karakter Islam. Bahkan ujar Yuswohady saat ini di beberapa daerah sekolah-sekolah negeri banyak kekurangan siswa, sedangkan SDIT menolak siswa karena terlalu banyak pendaftar.

7.Lei Sharia: Muslim Friendly Leisure

Muslim zaman now menyukai destinasi wisata yang bersahabat bagi mereka, ini disebut Lei Sharia, karena itu, muncul berbagai aplikasi yang memandu muslim zaman now dalam kegiatan halal trip: Destinasi, Tempat makan, penginapan, fasilitas ibadah dan panduan doa. Ini dikatakan oleh Yuswohady di Yogyakarta akan dibangun rumah huni bebasis apatemen yang dikhususkan untuk umat muslim, dengan bebagai fasilitas seperti kolam renang yang dipisah antara kaum wanita dengan kaum laki-laki.

Untuk kelanjutanya lagi Yuswohady mempersilahkan pembaca untuk melihat E-booknya secara free di bit.ly/muslimzamannow

Namun Yuswohady menegaskan dalam acara tersebut bahwa apa yang ia sharing saat ini adalah merupakan  sudut pandangnya soal pemasaran, tidak bermaksud untuk mensangkut pautkan dengan prinsip agama dan sebagainya.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Subiakto Priosoedarsono: UKM Harus Punya Purpose dan Passion

Subiakto Priosoedarsono: UKM Harus Punya Purpose dan Passion
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Sektor UKM termasuk dalam sektor yang sangat terdampak selama masa pandemi COVID-19. Kondisi ini sangat berbeda dibandingkan p...


Local Branding: Jamu is the New Espresso

Local Branding: Jamu is the New Espresso
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Jamu dan Mpon-Mpon menjadi primadona sejak pandemi COVID-19 merebak. Penyebabnya yaitu karena dipercaya dapat menjaga daya tah...


Pentingnya Transformasi Digital dan Brand Leadership di Era Low Touch Economy

Pentingnya Transformasi Digital dan Brand Leadership di Era Low Touch Economy
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Dampak dari pandemi COVID-19 telah mengubah dunia menuju era Low Touch Economy. Era ini ditandai dengan interaksi antar indivi...


Strategi 3R Untuk Pelaku Bisnis: Rebound, Reboot dan Reborn

Strategi 3R Untuk Pelaku Bisnis: Rebound, Reboot dan Reborn
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Managing Partner Inventure sekaligus Program Director Indonesia Brand Forum (IBF), Yuswohady mengatakan bahwa sedikitnya...


Sign In
VIP Members

OPINIONS




Index

INFOBRAND LETTER




Index

BRAND PRACTITIONERS




Index