Rabu, 20 November 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Yuswohady : Inovasi Bukan Semata Kebutuhan, Tetapi Survivalnya Setiap Perusahaan

Posted by: 08-04-2019 16:53 WIB 869 viewer

Yuswohady : Inovasi Bukan Semata Kebutuhan, Tetapi Survivalnya Setiap Perusahaan
Yuswohady selaku Managing Partner, Inventure

INFOBRAND.ID – Yuswohady selaku Managing Partner, Inventure mengatakan inovasi bukan hanya menjadi kebutuhan melainkan sudah menjadi upaya survival bagi setiap perusahaan, hal itu dipicu disrupsi teknologi digital dan disrupsi milenial. Inovasi saat ini harus mengarah ke dua sisi yakni digital dan kebutuhan konsumen milenial, jika tidak maka produk tersebut tidak akan bertahan.

“Hal ini menuntut setiap perusahaan merombak kembali operasinya, produk servicenya dan industrinya. Innovation is not only a necessity but a survival, survival itu kalau tidak merubah secara mendasar (berinovasi) maka dia akan tertinggal bahkan hilang,” katanya kepada INFOBRAND.ID melalui sambungan telephone, Senin, (8/4/2019).

Sebagai contoh Uber dahulu Uber tidak mau berinovasi dia tetap pada model bisnis yang lama namun ketika diserbu dengan adanya Gojek dan Grabbike terpaksa mereka berinovasi namun terlambat. Begitupun Matahari, Ramayana jika mereka berinovasi ke belanja online maka tidak akan mati, karena konsumen telah mengarah ke belanja online. Termasuk bisnis travel, jika tidak menggunakan inovasi digital maka dia akan mati.

“Inovasi saat ini bukan menjadi satu kemewahan yang apabila tidak dilakukan tidak apa- apa, tetapi inovasi sudah menjadi keharusan. Apabila tidak berinovasi maka dia akan hilang,” tuturnya.

Sebagai seorang ahli dalam bidang pemasaran yang telah merilis 40 buku tentang pemasaran, Yuswohady menjelaskan supaya inovasi menjadi produktif, perusahaan terlebih dahulu harus mengetahui dua hal market sentris yakni sisi suplai dan konsumen sentris, sisi demand. Sebab ke depan kita menghadapi teknologi 4.0 atau 5.0 dan costumer ke depan mayoritas adalah generasi milenial yang memiliki daya beli besar.

“Saat ini pembayaran sudah beralih ke digital seperti ovo, GoPay dan lainnya, bukan lagi menggunakan kartu- kartu. Hal ini juga menuntut perbankan berinovasi ke tabungan dan pembayaran digital,” tuturnya.

Untuk mengukur keefektivitasan sebuah inovasi, ia mengatakan adanya pendekatan line innovation yang arahnya ke eksperimen. Berbeda dengan dahulu ketika produk inovasi sudah ready, kemudian masih harus masuk proses penyempurnaan dahulu baru produknya diluncurkan. Sehingga laboratorium inovasi yang diperlukan saat ini adalah inovasi yang langsung diuji di pasaran.

“Akhirnya produk tersebut harus terus berinovasi melalui eksperimen langsung kepada konsumen. Sehingga menghasilkan produk yang benar- benar sesuai diinginkan konsumen,” ujarnya.

Perkembangan teknologi dan persaingan ketat menuntut setiap perusahaan terus berinovasi, sehingga inovasi yang dibutuhkan adalah inovasi yang mengarah ke digital dan melihat arah kebutuhan konsumen ke depannya. Inovasi itu harus sesuai arah industry, jika tidak maka ditakutkan akan terjadi miss yang ada malah hasil inovasinya tidak menghasilkan industry yang besar.

Misalnya Gojek melakukan inovasi dari hanya transportasi, kemudian menjadi antar jemput makanan (GoFood) dan inovasi pembayaran melalui GoPay. Semua inovasi itu sesuai dengan arah ke depan, maka otomatis inovasi yang lama dan tidak relevan harus ditinggalkan.

“Persaingan ketat ini menuntut setiap perusahaan kejar- kejaran, sehingga untuk menjadi pertama yang mengkategorikan pasar itu penting sebab yang pertama otomatis dia langsung akan mendominasi. Hal yang paling penting juga bukan paling pertama meluncurkan saja tetapi pertama yang sampai di mindsetnya konsumen,” ujar Yuswohady.

Dia menjelaskan adanya perkembangan digital bukan semata mematikan usaha model lama, melainkan melahirkan banyaknya peluang- peluang pasar. Pada intinya untuk tetap bertahan setiap perusahaan harus bisa menundukkan digital dan tuntutan konsumen milenial. [hfz]


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


3 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Go-Pay Masih Juaranya!

3 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Go-Pay Masih Juaranya!
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Perkembangan teknologi yang semakin masif telah berhasil membawa perubahan pada semua aspek di kehidupan manusia, tak terkecua...


Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional

Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Berdiri sejak 20 tahun lalu, Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) masih menjadi asosiasi andalan yang menjadi ruj...


Emir Pohan: Legalitas, Instrumen Keberhasilan Franchise

Emir Pohan: Legalitas, Instrumen Keberhasilan Franchise
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Hukum menjadi sesuatu yang sangat penting dalam berkehidupan di negara ini. Semua kegiatan maupun aktivitas harus mengacu pada...


WFA Percaya Merek Waralaba Indonesia Bisa Berkembang di Pasar ASEAN

WFA Percaya Merek Waralaba Indonesia Bisa Berkembang di Pasar ASEAN
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Troy Franklin, COO South East Asia World Franchise Associates (WFA) meyakini kalau merek waralaba Indonesia memiliki peluang y...