Sabtu, 19 Oktober 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Trade Expo Indonesia 2019, Pameran Dagang dan Ekspor Terbesar Siap Digelar

Posted by: 18-09-2019 14:44 WIB 277 viewer

Trade Expo Indonesia 2019, Pameran Dagang dan Ekspor Terbesar Siap Digelar
Trade Expo Indonesia 2019

 Pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 akan digelar pada 16—20 Oktober 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Pameran ini akan menampilkan produk-produk yang berkualitas sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia ke pasar global.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Dody Edward usai menghadiri Pertemuan Teknis TEI di Jakarta, Rabu (18/9). Menurut dia, akan ada sejumlah fasilitas baru yang lebih baik yang telah disiapkan dalam TEI ke-34 kali ini.

“Tampilan dan zonasi produk akan tertata lebih baik dan sesuai standar pameran internasional, begitu juga dengan kenyamanan bertransaksi dan bernegosiasi,” jelas Dody.

Mengusung tema “Moving Forward to Serve The World”, TEI 2019 rencananya akan dibuka Presiden RI Joko Widodo. TEI 2019 akan menempati area seluas 24.732 m2 dengan jumlah peserta ditargetkan mencapai 1.250 exhibitor.

Adapun zonasi pameran terbagi atas zona produk potensial dan unggulan nasional. Kuliner Nusantara (Nusantara Culinary) berada di hall 1 & 10; Produk Lokal Unggulan (Local Champion Product) di hall 2; Produk Kreatif dan Premium (Premium & Creative Product) di hall 3 dan 3A; Produk Manufaktur dan Jasa (Manufacturing Products dan Services) di hall 5 dan 6; Produk Makanan dan Minuman (Food & Beverage Product) di hall 7 & 8; serta Produk Dekorasi dan Furnitur (Furniture & Home Decor) di hall 9.

Selain itu, setiap hall akan dilengkapi area pelayanan buyer yang siap melayani kebutuhan para buyer selama berada di lokasi pameran dengan suguhan kuliner nusantara.

“Zonasi ini ditentukan dengan sangat cermat dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Termasuk saran dari berbagai pihak, baik dari dalam negeri, dari perwakilan perdagangan di luar negeri, serta masukan dari para buyer di penyelenggaraan TEI sebelumnya,” sambung Dody.

Pejabat Kemendag itu juga menyebutkan bahwa TEI 2019 akan menyuguhkan berbagai kegiatan pendukung, seperti, Forum Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi (Trade, Tourism and Investment/TTI Forum), yang terdiri dari berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain seminar, lokakarya, temu wicara, diskusi regional, kompetisi ekspor perusahaan rintisan, dan konseling bisnis.

“Pada TEI 2019 akan diselenggarakan pula agenda misi pembelian, misi dagang lokal, serta penjajakan bisnis untuk membicarakan potensi kerja sama bisnis. Selain itu, penganugerahan Primaniyarta Awards juga akan diberikan kepada eksportir yang berprestasi dan Primaduta Awards bagi buyer dan importir yang loyal terhadap produk Indonesia,” terangnya.

Untuk menjaring buyer asing, Kemendag telah berkoordinasi dengan 132 kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, 23 atase perdagangan, 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, Duta Besar World Trade Organization (WTO), serta Konsul Perdagangan.

“Upaya tersebut menjadi tindak lanjut reorientasi dan reposisi perwakilan dagang di luar negeri. Tidak hanya menjadi pemasar, tapi juga menjadi pelayanan pelanggan bagi buyer di negara akreditasi mereka yang menjadi mitra pelaku usaha Indonesia,” ungkap Dody.

Selain transaksi dengan buyer asing, diharapkan juga akan terjadi transaksi dengan buyer lokal melalui misi dagang lokal. Di TEI 2019 ini, misi dagang lokal akan semakin diintensifkan. Untuk itu, pemerintah daerah diimbau membawa para pelaku usaha daerah masing-masing ke TEI 2019.

Dody menegaskan, sama seperti dua tahun sebelumnya, pembiayaan TEI kali ini murni ditanggung pihak swasta. Dengan begitu, para peserta TEI yang terjaring adalah pelaku bisnis yang memiliki keinginan dan kemampuan menjalankan bisnis internasional secara produksi, manajemen, serta yang siap masuk ke pasar ekspor dan bersaing di pasar global.

Hingga 17 September 2019, telah terdaftar lebih dari 1.125 buyers dari 56 negara. Permintaan produk paling tinggi tahun ini antara lain adalah bahan makanan, kopi, kerajinan tangan, kemasan makanan dan minuman, coklat, dan barang konsumsi.

“Penyelenggaraan TEI 2018 telah berhasil membukukan nilai transaksi sebesar USD 8,49 miliar dengan produk yang paling diminati antara lain makanan olahan, produk kimia, minyak kelapa sawit, produk perikanan, produk kertas, dan kertas. TEI 2018 berhasil menarik lebih dari 30 ribu pengunjung dari 132 negara, serta menghadirkan 1.160 peserta pameran yang menampilkan produk-produk terbaik Indonesia. Kami berharap TEI 2019 akan melampaui capaian TEI 2018,” tutup Dody.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


PIATTOPIA, Persembahan Greget Piattos untuk Generasi Muda Indonesia

PIATTOPIA, Persembahan Greget Piattos untuk Generasi Muda Indonesia
Universal Robina Corporation (URC) adalah salah satu perusahaan produk makanan dan minuman konsumen bermerek terbesar di Filipina. Perusahaan ini memi...


SMF Sokong Pembiayaan Rumah Karyawan PNM

SMF Sokong Pembiayaan Rumah Karyawan PNM
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, menandatangani nota kesepahaman/ Me...


Dalam Dua Hari, TEI 2019 Cetak Transaksi US$561 Juta

Dalam Dua Hari, TEI 2019 Cetak Transaksi US$561 Juta
Program misi pembelian (buying mission) selama dua hari penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 berhasil membukukan kontrak dagang senilai US...


Pemberdayaan Perempuan dalam Industri Maritim

Pemberdayaan Perempuan dalam Industri Maritim
Indonesia Maritime Expo (IME) yang digelar di JIExpo, Kemayoran memasuki hari ketiga. Masih dalam rangkaian Hari Maritim Sedunia yang jatuh pada 26 Se...


Sign In
VIP Members

BRAND UPDATES









Index

PRODUCT UPDATE






Index

OPPORTUNITIES UPDATE




Index