Rabu, 13 November 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Terkait Inovasi, Dosen Unair: Pilihannya 'Change or Be Changed'

Posted by: 08-04-2019 11:59 WIB 895 viewer

Terkait Inovasi, Dosen Unair: Pilihannya 'Change or Be Changed'
Pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Airlangga (Unair), Dr. Gancar Candra Premananto, MSi., CMA

INFOBRAND.ID – Kata-kata inovasi saat ini menjadi salah satu tema sentral, terutama di era revolusi industry 4.0 ini. Dimana semua jenis organisasi, baik profit maupun non-profit, institusi swasta maupun negeri, jasa maupun manufaktur, besar maupun kecil diharapkan melakukan perubahan melalui inovasi tersebut. Hal ini dilakukan agar lebih unggul dibanding kompetitor.

Pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Airlangga (Unair), Dr. Gancar Candra Premananto, MSi., CMA mengatakan, inovasi menjadi salah satu cara untuk mendiferensiasikan diri dibandingkan dengan produk pesaing. Kendati demikian, memasarkan produk yang inovatif tidaklah mudah, butuh timing dan penyampaian pesan yang tepat yang sifatnya sulit diprediksi.

“Pilihannya adalah ‘Change or Be Changed’. Berubah dan menjadi agen perubahan ataukah dipaksa berubah oleh keadaan,” ujar pria yang akrab disapa Gancar ini pada wartawan INFOBRAND.ID dalam pesan singkatnya, Senin (8/4/2019).

“Dengan kata lain, inovasi menjadi salah satu strategi dalam bersaing. Bahkan dikatakan oleh Michael Porter, ‘Today, innovation is the only way to maintain a competitive advantage’,” sambungnya.

Dalam menciptakan suatu inovasi, lanjut Gancar, perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan divisi RnD (Research & Development) saja, melainkan dari semua elemen organisasi yang memiliki semangat untuk melakukan manajemen Kaizen.

“Semangat ini yang nantinya dapat membakar munculnya inovasi-inovasi dalam berbagai aspek. Semangat ini kemudian dapat menjadi budaya bagi perusahaan, yakni untuk siap melakukan self disruption. Mendisrupsi diri sendiri sebelum didisrupsi atau terdisrupsi oleh kekuatan eksternal termasuk pesaing,” jelas pria kelahiran Surabaya 22 Juli 1974 lalu ini.

Bila hal tersebut telah terjadi maka tim RnD merupakan bagian dari sistem yag terkoordinasi, baik dengan bagian pemasaran untuk lebih sesuai dengan target pasar, dengan bagian produksi untuk mendiskusikan proses produksi, dengan bagian SDM untuk mempersiapkan tenaga yang memiliki product knowledge, dan bagian keuangan untuk penganggarannya.

Gancar menambahkan, proses peluncuran produk inovasi juga memerlukan pemahaman terhadap tahapan produk baru. Hal ini mengingat banyaknya produk baru yang gagal di pasaran yakni sekitar 80 persen berdasarkan laporan data dari Harvard business School. Penyebabnya adalah karena perusahaan belum atau tidak mampu memberikan manfaat dan value lebih dibanding produk sebelumnya. Sehingga konsumen tidak memiliki alasan kuat untuk membeli produk baru tersebut.

“Selain itu perusahaan juga kurang memahami target pasar atau mungkin produknya masih belum sempurna. Dengan alasan agar tidak didahului pesaing dan ingin mengklaim sebagai produk atau merek inovatif, seringkali produk prototype pun sudah harus launching,” kata dia.

Agar sebuah inovasi bisa sukses di pasaran, khususnya di era digital ini, perusahaan harus melibatkan opinion leader di bidang yang relevan di area media sosial. Selain itu, riset konsumen juga diharapkan dapat melibatkan opinion leader tersebut. Kemudian dilibatkan juga dalam aktivitas co-creation dan co-production dan seterusnya hingga menjadi brand ambassador.

“Membuat sesuatu yang inovatif juga harus dilakukan dalam mengkomunikasikan produk. Dimana perusahaan harus dapat menyampaikan pesan dengan cara yang menarik namun tetap relevan, agar memunculkan pemasaran viral,” pungkasnya. [ded]


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


3 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Go-Pay Masih Juaranya!

3 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Go-Pay Masih Juaranya!
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Perkembangan teknologi yang semakin masif telah berhasil membawa perubahan pada semua aspek di kehidupan manusia, tak terkecua...


Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional

Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Berdiri sejak 20 tahun lalu, Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) masih menjadi asosiasi andalan yang menjadi ruj...


Emir Pohan: Legalitas, Instrumen Keberhasilan Franchise

Emir Pohan: Legalitas, Instrumen Keberhasilan Franchise
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Hukum menjadi sesuatu yang sangat penting dalam berkehidupan di negara ini. Semua kegiatan maupun aktivitas harus mengacu pada...


WFA Percaya Merek Waralaba Indonesia Bisa Berkembang di Pasar ASEAN

WFA Percaya Merek Waralaba Indonesia Bisa Berkembang di Pasar ASEAN
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Troy Franklin, COO South East Asia World Franchise Associates (WFA) meyakini kalau merek waralaba Indonesia memiliki peluang y...