Rabu, 20 November 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Strategic Branding Management

Posted by: 13-03-2019 15:59 WIB 463 viewer

Strategic Branding Management
Managing Director ETNOMARK Consulting, Amalia E Maulana

Mengembangkan brand dibutuhkan alokasi resources yang  tepat. Tak hanya pada alokasi budget marcom, tak kalah penting adalah memilih orang yang tepat dalam mengelolanya. Jam terbang dan sense of strategic marketing menjadi kunci.  Dalam hal ini ada dua tipe resources yang termasuk dalam pengembangan brand, yakni  alokasi budget marcom dan  alokasi sumber daya manusia.

Perbedaan mengembangkan brand di masa lalu dan masa kini terletak pada bagaimana pengalokasian resources ini. Memilih orang yang tepat yang mengelola brand, termasuk mampu membuat strategi branding.

Sebenarnya usia bukan jadi penentu seseorang menjadi brand manager masa kini. Tetapi, kemampuannya memahami konsumen masa kini. Siapa saja, tua dan muda bisa menduduki jabatan sebagai seorang brand manager masa kini asalkan ia sangat mengerti kebutuhan konsumennya.

Apabila orang yang tak muda lagi didampingi seseorang yang mewakili usia konsumen yang dibidiknya (misalnya untuk produk dengan target anak muda), ini adalah sebuah kondisi yang ideal.

Ini merupakan kombinasi wisdom dan implementasi keseharian yang terbaik. Keduanya saling mengisi untuk menciptakan kedekatan dengan konsumennya dan brand. Saat ini perusahaan yang menyerahkan pengembangan brand masa kininya  kepada anak-anak Zaman Now – bisa jadi mempunyai implikasi yang serius. Mereka belum siap dengan jam terbang pemahaman konsumen dan media habitnya, dan belum mempunyai sense yang kuat untuk menyambungkan pemahamannya dengan  strategi marcom yang jitu.

Di sisi lain, banyak Decision Maker di brand management menganggap kegiatan digital yang menjadi core dari channel komunikasi masa kini, hanya sekedar melengkapi kegiatan Marcom brand saja. Disinilah dilemma bagi perusahaan. Sumber daya manusia perlu dipikirkan dari sisi kombinasi dari orang yang mengerti strategi brand management dan orang- orang yang mewakili jamannya. Mengerti strategi brand management tidak harus dari zaman old atau zaman now – masalahnya bukan pada usia, tetapi pada jam terbang dan sense of strategic marketing nya.

Para pemasar muda millennial di ‘Zaman Now’ berpendapat semua aspek kegiatan pemasaran harus berpusat pada yang berbau digital. Mereka perlu disadarkan juga bahwa dalam dinamika kehidupan konsumen atau yang disebut dengan “the Dynamic Consumer Journey”, tidak semua aspek kehidupan konsumen yang berubah menjadi digital. Perusahaan harus memahami secara holistik insights tentang media habit konsumen di segmen yang dibidik, sehingga bisa mendisain Integrated Brand Communication- digital dan non-digital.

Pemahaman mendalam tentang needs dan perilaku konsumen, dilengkapi dengan media habit mereka membuat brand manager mempunyai informasi dan insights yang cukup untuk memberikan pengarahan kepada para creative partner mereka. Membelah rasio offline-online dari tiap segmen konsumen ditentukan oleh “Communication objectives” brand, bukan oleh budget yang dimiliki oleh divisi digital dan divisi non-digital. Memahami dinamika Consumer Journey menjadi kunci keberhasilan strategi kampanye marcom. Paduan kedua channel online-offline ini memiliki perannya masing-masing dalam memberikan sumbangsih terhadap tujuan komunikasi brand secara keseluruhan.

Kegiatan apapun yang akan dipilih oleh brand manager, baik itu dalam rangka image building, brand activation maupun loyalty building, akan mengikuti pemahaman Consumer Journey. Ini hanyalah masalah taktikal dan implementasi dari strategi segmentation, targeting dan positioning yang lebih kritikal yang diperoleh dari pemahaman consumer journey. []


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


3 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Go-Pay Masih Juaranya!

3 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Go-Pay Masih Juaranya!
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Perkembangan teknologi yang semakin masif telah berhasil membawa perubahan pada semua aspek di kehidupan manusia, tak terkecua...


Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional

Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Berdiri sejak 20 tahun lalu, Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) masih menjadi asosiasi andalan yang menjadi ruj...


Emir Pohan: Legalitas, Instrumen Keberhasilan Franchise

Emir Pohan: Legalitas, Instrumen Keberhasilan Franchise
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Hukum menjadi sesuatu yang sangat penting dalam berkehidupan di negara ini. Semua kegiatan maupun aktivitas harus mengacu pada...


WFA Percaya Merek Waralaba Indonesia Bisa Berkembang di Pasar ASEAN

WFA Percaya Merek Waralaba Indonesia Bisa Berkembang di Pasar ASEAN
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Troy Franklin, COO South East Asia World Franchise Associates (WFA) meyakini kalau merek waralaba Indonesia memiliki peluang y...