Senin, 25 Maret 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Program Leadership Camp Untuk Bentuk Karakter Anak Bangsa

Posted by: 30-07-2018 16:15 WIB 468 viewer

Program Leadership Camp Untuk Bentuk Karakter Anak Bangsa
Suherman Widjaja Dosen Universitas Prasetya Mulya

Memiliki Visi misi untuk dapat membangun karakter anak bangsa, Suherman Widjaja yang saat ini merupakan seorang dosen di Universitas Prasetya Mulya President AMA Tanggerang Raya dan sekaligus sebagai Director Of Bussines Development and Lead Consultant BVDI Prasetya Mulya, akhirnya mencetuskan sebuah program untuk membentuk karakter anak bangsa dengan cara yang berbeda.

Awal-awal mula pergerakkan yang dilakukan Suherman ialah membuat suatu aktifitas yang berbeda bagi para mahasiswa baru di Universitas Prasetya Mulya, sebelum mahasiswa baru melakukan perkuliahan pertamanya Suherman mengirim mereka untuk melakukan aktifitas Outbound.

“Kalau di Kampus-kampus lain masih melakukan Ospek yang disuruh untuk melakukan yang aneh-aneh, ada gojlok segala macem, kalau di sini itu beda, kita lebih kepada bagaimana membangun karakter dan kemudian menamkan value-value Universitas Prasetya Mulya, karena jika dilihat kembali, program ospek itu tidak ada Gunanya untuk mahasiswa, lebih baik kita buat program yang bisa mendevelope mereka,” ujar Suherman saat Ditemui INFOBRAND.ID di Universitas Prasetya Mulya.

Program berikutnya yang dibuat Suherman bersama wakil dekan bidang kemahasiswaan ialah program ala Leadership Camp, Leadership Camp ini memiliki coaching system dan coaching season khusus untuk scientific choaching.

“Jadi bukan coaching seperti umumnya di perusahaan-perusahaan yang dijadikan sebagai ranah human resources atau human capital, tapi coaching yang menggali potensi diri dari para mahasiswa-mahasiswi, tujuan utamanya adalah untuk mengangkat potensi mereka dan sekaligus mereka bisa lebih aware terhadap lingkungan, orang-orang sekitar, dan yang paling penting bisa mengapresiasi orang lain,” pungkas Suherman.

Karena ditengarai Suherman yang selama ini terjadi, semakin intens problem yang menyebabkan konflik entah itu dengan sesama teman, team, dan terutama dengan orang-orang diatas mereka, itu disebabkan adanya perbedaan persepsi, menurut mereka gaya yang sekarang mereka (kaum muda) gaya yang mereka lakukan itu benar, atau oke oke saja, tapi ternyata hal itu ternyata tidak bisa diterima oleh generasi kelompok usia diatas mereka.

“Saya sering mendapati keluhan dari banyak orang diluar sana termasuk perusahaan, dunia pendidikan itu terjadi konflik yang sama, jadi saya sebagai dosen  yang aktif di organisasi beberapa asosiasi mendapat suara yang sama dari perguruan tinggi lain, bahwa mereka kewalahan dengan sikap anak-anak muda sekarang.

Untuk itu saat ini Suherman dengan kurang lebih 80 orang yang merupakan pimpinan organisasi kampus ini diajak untuk mengikuti program terbarunya yaitu Leadership Camp, dengan menggunakan coaching yang merupakan para CEO, Owner,  Founder, perusahaan swasta maupun pemerintah, serta Kementrian ESDM yang terbagung organisasi yang diketuai oleh Suherman sendiri.

“Kegiatan ini adalah pertama bagi komunitas kami, dimana kami turun langsung merangkul  para generasi muda, dengan harapan mereka akan menjadi future leaders pada saat keluar dari gerbang kampus mereka, karena mereka nanti akan turun ke masyarakat , itulah yang membuat saya beserta dosen-dosen Prasetya Mulya lainya merasa terpanggil untuk membekali mereka tak hanya ilmu pengetahuan, tapi juga life skills dan life caracter,” tegas Suherman.

Metode pembelajaran Leadership Camp sendiri dengan cara one by one coaching, untuk mengetahui dulu potensi dari masing-masing, yang tentu saja akan membantu mereka untuk membuka wawasan mereka tentang persepsi orang-orang disekitar kita.

“Inilah yang akhirnya akan membuat mereka jadi lebih lengkap wawasan berfikirnya, bahwa persepsi itu berbeda-beda karena adanya generasi gap, karena jika dihitung secara demografis minimal ada 5 generasi saat ini yaitu generasi traditional, generasi baby boomers, generasi X, generasi Z dan generasi A (alpha) yang masih anak-anak,” jelas Suherman.

Dengan mengusung Tema “How to Appreciatte Others” lah Suherman berharap kedepanya kegiatan ini dapat dijadikan trigger atau movement bagi anak-anak bangsa, Suherman menjelaskan akan masuk ke sekolah-sekolah dan kampus – kampus lain yang paling relatif dekat untuk mengisi dunia industri di society.

“Jadi didoakan sama-sama program sukses sesuai harapan dan para peserta akan menjadi agen perubahan untuk arah yang lebih baik di generasinya,” tutup Suherman.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Siasat Sukses Membangun Brand di Era Digital

Siasat Sukses Membangun Brand di Era Digital
Satu dekade terakhir terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi. Media digital belakangan ini menjadi source utama masyarakat dalam...


Millennials  & Creativity

Millennials & Creativity
Memang tak mudah untuk mendapat gelar Startup Unicorn.   Tapi Indonesia punya anak-anak muda kreatif yang menggawangi perusahaan rintisan&nb...


Fenomena Dual Screen

Fenomena Dual Screen
PT The  Nielsen  Company Indonesia (Nielsen) cukup adaptif melihat  perkembangan media di Indonesia.  Kami  punya  layan...


Membangun Marketing Channel di Media Digital

Membangun Marketing Channel di Media Digital
Sejatinya media digital bisa menjadi sarana yang powerfull untuk melakukan serangkaian aktifitas marketing. Namun, hingga saat ini media digital baru...


Strategic Branding Management

Strategic Branding Management
Mengembangkan brand dibutuhkan alokasi resources yang  tepat. Tak hanya pada alokasi budget marcom, tak kalah penting adalah memilih orang yang t...


Membidik Pasar Milenial

Membidik Pasar Milenial
Berbicara digital dan milenial  itu dua hal yang saling berhubungan.   Enabler atau teknologi nya adalah digital, customernya  ada...


Menjadi Digital Brand Champion

Menjadi Digital Brand Champion
Tak dipungkiri bila marketing digital mempengaruhi market offline. Founder & Chairman TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo mengungkapkan, sebagian bes...


Perspektif Membangun Brand di Sektor Pariwisata

Perspektif Membangun Brand di Sektor Pariwisata
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 20 juta sampai akhir 2019. Selama 4 tahun target  kunj...


Keniscayaan Membangun Brand Lewat Digital

Keniscayaan Membangun Brand Lewat Digital
Perkembangan teknologi informasi merubah peradaban manusia. Bila dulu untuk mendapat informasi peristiwa hari ini, baru esok harinya masyarakat dapat...


Digital Branding Atau Tergerus?

Digital Branding Atau Tergerus?
Membangun merk di dunia digital menjadi kewajiban bagi pemilik brand yang ingin eksis menjaga market sharenya. Pasalnya, tren perilaku konsumen di era...


Usaha Sendiri Atau Franchise, Mana Lebih Untung?

Usaha Sendiri Atau Franchise, Mana Lebih Untung?
Ada banyak strategi yang bisa dipilih saat baru akan mulai merintis sebuah usaha, bisa dengan membuka usaha sendiri atau pun dengan membeli bisnis fra...


Edukasi Digital Branding bagi Decision Makers yang masih Zaman OLD

Edukasi Digital Branding bagi Decision Makers yang masih Zaman OLD
Membangun citra sebuah brand menjadi salah satu hal penting dalam dunia bisnis untuk keluar dari kerumunan pilihan brand yang begitu banyak bagi konsu...


Kenaikan Dolar Tidak Berpengaruh Pada Bisnis Franchise di Indonesia

Kenaikan Dolar Tidak Berpengaruh Pada Bisnis Franchise di Indonesia
INFOBRAND.ID - Kondisi nilai tukar rupiah saat ini terus tergerus terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Dimana nilainya per hari ini (28/9/2018) mencap...


Strategi Autentik Untuk Brand, Produk Dan Layanan

Strategi Autentik Untuk Brand, Produk Dan Layanan
Banyak pembelajaran menarik bisa dipetik saat mengamati berbagai bisnis. Kali ini kita bahsa aspek yang dikaitkan dengan preferensi konsumen.  Me...


Adakah Yang Mau Membeli Barang Semahal Itu???

Adakah Yang Mau Membeli Barang Semahal Itu???
Kalimat diatas seringkali kita dengar dari beberapa orang terhadap barang yang sangat mahal. Tentunya akan lebih berbahaya jika diucapkan bagi tenaga...