Sabtu, 25 Mei 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Program Leadership Camp Untuk Bentuk Karakter Anak Bangsa

Posted by: 30-07-2018 16:15 WIB 540 viewer

Program Leadership Camp Untuk Bentuk Karakter Anak Bangsa
Suherman Widjaja Dosen Universitas Prasetya Mulya

Memiliki Visi misi untuk dapat membangun karakter anak bangsa, Suherman Widjaja yang saat ini merupakan seorang dosen di Universitas Prasetya Mulya President AMA Tanggerang Raya dan sekaligus sebagai Director Of Bussines Development and Lead Consultant BVDI Prasetya Mulya, akhirnya mencetuskan sebuah program untuk membentuk karakter anak bangsa dengan cara yang berbeda.

Awal-awal mula pergerakkan yang dilakukan Suherman ialah membuat suatu aktifitas yang berbeda bagi para mahasiswa baru di Universitas Prasetya Mulya, sebelum mahasiswa baru melakukan perkuliahan pertamanya Suherman mengirim mereka untuk melakukan aktifitas Outbound.

“Kalau di Kampus-kampus lain masih melakukan Ospek yang disuruh untuk melakukan yang aneh-aneh, ada gojlok segala macem, kalau di sini itu beda, kita lebih kepada bagaimana membangun karakter dan kemudian menamkan value-value Universitas Prasetya Mulya, karena jika dilihat kembali, program ospek itu tidak ada Gunanya untuk mahasiswa, lebih baik kita buat program yang bisa mendevelope mereka,” ujar Suherman saat Ditemui INFOBRAND.ID di Universitas Prasetya Mulya.

Program berikutnya yang dibuat Suherman bersama wakil dekan bidang kemahasiswaan ialah program ala Leadership Camp, Leadership Camp ini memiliki coaching system dan coaching season khusus untuk scientific choaching.

“Jadi bukan coaching seperti umumnya di perusahaan-perusahaan yang dijadikan sebagai ranah human resources atau human capital, tapi coaching yang menggali potensi diri dari para mahasiswa-mahasiswi, tujuan utamanya adalah untuk mengangkat potensi mereka dan sekaligus mereka bisa lebih aware terhadap lingkungan, orang-orang sekitar, dan yang paling penting bisa mengapresiasi orang lain,” pungkas Suherman.

Karena ditengarai Suherman yang selama ini terjadi, semakin intens problem yang menyebabkan konflik entah itu dengan sesama teman, team, dan terutama dengan orang-orang diatas mereka, itu disebabkan adanya perbedaan persepsi, menurut mereka gaya yang sekarang mereka (kaum muda) gaya yang mereka lakukan itu benar, atau oke oke saja, tapi ternyata hal itu ternyata tidak bisa diterima oleh generasi kelompok usia diatas mereka.

“Saya sering mendapati keluhan dari banyak orang diluar sana termasuk perusahaan, dunia pendidikan itu terjadi konflik yang sama, jadi saya sebagai dosen  yang aktif di organisasi beberapa asosiasi mendapat suara yang sama dari perguruan tinggi lain, bahwa mereka kewalahan dengan sikap anak-anak muda sekarang.

Untuk itu saat ini Suherman dengan kurang lebih 80 orang yang merupakan pimpinan organisasi kampus ini diajak untuk mengikuti program terbarunya yaitu Leadership Camp, dengan menggunakan coaching yang merupakan para CEO, Owner,  Founder, perusahaan swasta maupun pemerintah, serta Kementrian ESDM yang terbagung organisasi yang diketuai oleh Suherman sendiri.

“Kegiatan ini adalah pertama bagi komunitas kami, dimana kami turun langsung merangkul  para generasi muda, dengan harapan mereka akan menjadi future leaders pada saat keluar dari gerbang kampus mereka, karena mereka nanti akan turun ke masyarakat , itulah yang membuat saya beserta dosen-dosen Prasetya Mulya lainya merasa terpanggil untuk membekali mereka tak hanya ilmu pengetahuan, tapi juga life skills dan life caracter,” tegas Suherman.

Metode pembelajaran Leadership Camp sendiri dengan cara one by one coaching, untuk mengetahui dulu potensi dari masing-masing, yang tentu saja akan membantu mereka untuk membuka wawasan mereka tentang persepsi orang-orang disekitar kita.

“Inilah yang akhirnya akan membuat mereka jadi lebih lengkap wawasan berfikirnya, bahwa persepsi itu berbeda-beda karena adanya generasi gap, karena jika dihitung secara demografis minimal ada 5 generasi saat ini yaitu generasi traditional, generasi baby boomers, generasi X, generasi Z dan generasi A (alpha) yang masih anak-anak,” jelas Suherman.

Dengan mengusung Tema “How to Appreciatte Others” lah Suherman berharap kedepanya kegiatan ini dapat dijadikan trigger atau movement bagi anak-anak bangsa, Suherman menjelaskan akan masuk ke sekolah-sekolah dan kampus – kampus lain yang paling relatif dekat untuk mengisi dunia industri di society.

“Jadi didoakan sama-sama program sukses sesuai harapan dan para peserta akan menjadi agen perubahan untuk arah yang lebih baik di generasinya,” tutup Suherman.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Rahasia Agar Tetap Fokus Berkendara Selama Puasa

Rahasia Agar Tetap Fokus Berkendara Selama Puasa
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Menjalani aktivitas di tengah ibadah puasa menjadi tantangan besar bagi umat muslim di seluruh dunia. Terutama bagi mere...


Membangun Rencana Transformasi Bisnis Digital

Membangun Rencana Transformasi Bisnis Digital
INFOBRAND.ID - Penyesalan terbesar di dunia investor Silicon Valley adalah melewati kesempatan menanamkan modal di bisnis Facebook diawal pengembangan...


4 Cara Nikmati Liburan Keluarga Saat Ramadhan ala OYO Hotel

4 Cara Nikmati Liburan Keluarga Saat Ramadhan ala OYO Hotel
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Berpuasa bukanlah suatu halangan untuk bisa menikmati liburan. Apalagi, puasa tahun ini bertepatan dengan musim libur se...


6 Faktor Utama Agar Brand Bisa Tumbuh di Pasar Kompetitif

6 Faktor Utama Agar Brand Bisa Tumbuh di Pasar Kompetitif
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Pada tahun 2018 lalu, perekonomian di Indonesia berkinerja cukup baik. Begitu juga dengan pasar FMCG (Fast Moving Consum...