Kamis, 23 Mei 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Membidik Pasar Milenial

Posted by: 13-03-2019 15:53 WIB 135 viewer

Membidik Pasar Milenial
Pakar pemasaran sekaligus Managing Partner Inventure, Yuswohady

Berbicara digital dan milenial  itu dua hal yang saling berhubungan.   Enabler atau teknologi nya adalah digital, customernya  adalah  minenial.

Karakter milenial adalah digital.  Milenial memang generasi yang suka cerita, merekomendasikan, suka share ke milenial yang lain. Dia lahir sudah bersentuhan dengan digital dan dia suka  membuat brand, membuat story brand dan men-share  ke milenial yang lain. digital product. Walapun belum sepenuhnya digital, tidak seperti Gen Z itu semuanya digital. 

Peran milenial sebagai recommender  sangat besar karena suka sharing product. Dulu kita mengatakan, brand makin tua itu makan hebat.  Contoh CocaCola, General Electric, Teh Sosro,  Aqua dan sebagainya. Tapi milenial ini tidak mau disamakan dengan papanya.  Brand-brand papa nya dia gak mau, maunya brand sendiri.  Makanya muncul merk-merk seperti Teh Pucuk Harum atau Le Minerale misalnya. 

Referensi milenial ini mencari referensi yang lebih baru yang lebih konek dengan dia.  Makanya hati-hati dengan brand-brad yang sudah tua ini, karena dia harus cepat beradaptasi dengan menggaet pasar milenial ini. Kenapa mesti milenial? Karena generasi X dan generasi Baby Boomers itu nantinya akan habis digilas generasi milenial. Ini proses alam. Ketika pergantian generasi, brand lama yang basis customernya kebanyakan Gen X dan Baby Boomer, dia harus bisa memilah customer-nya.  Harus disi oleh  generasi  milenial . Kalau tak diganti makan akan sustainable.

Brand dimudahkan atau dibuat konek dengan milenial. BTPN misalnya, dia punya produk yang namanya Genius. Sekarang image BTPN  jadi milenial.  Memang harus melakukan re-branding, re-positioning,  agar brand nya lebih muda  dan milenial friendly. Kalau tak merubah imagenya, masih berpikir bahwa dia seperti 20-30 tahun lalu dan basis customer-nya masih gen X dan baby boomer, takutnya segmen milenial gak mau karena tak identik dengan dirinya. Mereka akan memilih brand yang sesuai dengan jaman dan era nya milenial.

Makanya brand-brand yang incumben ini harus hati-hati. Dia harus sukses melalui masa transisi ketika gen X nya pelan-pelan menghilang  karena pensiun dan seterusnya.  Sementara yang milenial ini  uangnya makin banyak, kehidupannya makin mature. Sehingga proses transisi pembilasan dari baby boomers ke gen X kemudian ke  generasi milenial ini  memang  harus dilakukan oleh brand-brand tua. 

Ini tantangan bagi brand-brand tua ini bagaimana bisa melewati masa transisi ini. Pergantian generasi dari generasi baby boomers ke generasi milenial.  Cara menjual dan bagaimana engage dengan customer menggunakan cara-cara milenial.

Yang bisa sukses di era milenial ini, pertama, tahu perilaku milenial. Produk diarahkan rohnya sesuai dengan perilaku milenial.  Brand itu mengkoneksikan roh/DNA brand dengan hatinya customer. Ketika milenial menjadi powerfull, maka mesti rohnya brand harus di link kan ke hatinya milenial.

Milenial ini mencakup di banyak status sosial. Tinggal produknya masuk ke segmen milenial yang mana. Tapi dalam hal penggunaan smartphone, milenial di kota maupun di desa sudah menggunakan itu.  Kita harus mengerti perilaku.  Milenial di desa sampai 60% di usia 20 – 35 tahun banyak di desa. Milenial itu diukur berdasarkan usia dan psikografisnya. []


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Rahasia Agar Tetap Fokus Berkendara Selama Puasa

Rahasia Agar Tetap Fokus Berkendara Selama Puasa
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Menjalani aktivitas di tengah ibadah puasa menjadi tantangan besar bagi umat muslim di seluruh dunia. Terutama bagi mere...


Membangun Rencana Transformasi Bisnis Digital

Membangun Rencana Transformasi Bisnis Digital
INFOBRAND.ID - Penyesalan terbesar di dunia investor Silicon Valley adalah melewati kesempatan menanamkan modal di bisnis Facebook diawal pengembangan...


4 Cara Nikmati Liburan Keluarga Saat Ramadhan ala OYO Hotel

4 Cara Nikmati Liburan Keluarga Saat Ramadhan ala OYO Hotel
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Berpuasa bukanlah suatu halangan untuk bisa menikmati liburan. Apalagi, puasa tahun ini bertepatan dengan musim libur se...


6 Faktor Utama Agar Brand Bisa Tumbuh di Pasar Kompetitif

6 Faktor Utama Agar Brand Bisa Tumbuh di Pasar Kompetitif
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Pada tahun 2018 lalu, perekonomian di Indonesia berkinerja cukup baik. Begitu juga dengan pasar FMCG (Fast Moving Consum...