Sabtu, 25 Mei 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Marketing Iblis: Belajar Pemasaran Dari Dunia Lain

Posted by: 08-08-2018 10:07 WIB 858 viewer

Marketing Iblis: Belajar Pemasaran Dari Dunia Lain
Gancar Candra Premananto

Selama ini, mungkin kita menganggap bahwa manajemen pemasaran hanya dilakukan oleh manusia saja dan salah satu tokohnya yang terkenal di dunia adalah Philip Kotler. Padahal sebelum manusia melakukan aktivitas bersaing dan memasarkan produk ada tokoh yang telah melakukannya. Dan ia adalah IBLIS dari bangsa jin.

Iblis telah mengenal persaingan serius sejak diciptakannya manusia. Sebelumnya Iblis (Azazil) hampir tidak memiliki pesaing, karena malaikat diciptakan tanpa nafsu. Tidak ada persaingan untuk menduduki posisi tinggi terdekat dengan Tuhan. Bahkan Azazil menduduki posisi sebagai ahli sujud sebelum hadirya Adam as. Dengan diciptakannya manusia dan dinyatakan oleh Tuhan bahwa manusia adalah pengelola Bumi, maka Iblis yang lahir terlebih dahulu merasa posisinya menjadi terancam.

Saat manusia pertama, yakni Adam bahkan belum diberikan kehidupan, Iblis bahkan melakukan riset siapa Adam as. yang menjadi pesaingnya. Hal ini sejalan dengan ajaran Kenichi Ohmae tentang nilai penting pemahaman terhadap 3C (Company, Customer, Competitor).

Riset mendalam dilakukan Iblis, bahkan memasuki setiap ruang dalam tubuh manusia. Iblis mendapatkan hasil dari suti banding yang dilakukan bahwa sebagai bangsa jin dirinya lebih memiliki keunggulan bersaing dibanding Adam as dari bangsa manusia. Api sebagai komponen dasar bangsa jin ‘lebih’ unggul dibanding tanah, komponen utama manusia. Bangsa jin juga memiliki unsur yang dapat tidak terlihat oleh manusia, bahkan bisa masuk ke dalam tubuh manusia yang kasat mata. Sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh manusia kepada jin. Bahkan gologan jin bisa masuk ke tubuh manusia (kesurupan), namun manusia tidak akan mampu melakukan sebaliknya. Iblis tahu manusia memiliki akal dan nafsu yang harus dimanfaatkan dengan optimal.

Maka strategi utama kemudian diluncurkan oleh Iblis agar manusia keluar dari posisi unggulan, yakni strategi menggelincirkan manusia dari jalan yang lurus. Iblis fokus untuk menjadikan manusia menjadi tidak fokus, pada visi dan misi nya diciptakan. Nafsu pada diri manusia harus diperkuat dibanding penggunaan akal.

Demikianlah selintas mengenai Iblis yang mengenal manajemen strategis jauh sebelum manusia menjalankannya. Hal ini masih sekedar memberikan pendahuluan bahwa pelaku manajemen bukan hanya kita, bangsa manusia. Dan mengingat Iblis telah lebih dahulu mengaplikasikan, maka berusaha mamahami bagaimana pembelajaran proses manajerial dari aktivitas Iblis merupakan hal penting.  

Strategi Marketing Iblis

Salah satu visi aktivitas pemasaran yang menarik dari Iblis adalah optimisme untuk memasarkan produk. Produk-produk yang ditawarkan Iblis adalah sesuatu yang negatif yang memberikan konsekuensi buruk kepada konsumennya, namun optimis bahwa produk itu akan sukses dan mendapatkan konsumen loyal sebanyak-banyaknya. Adakah pemasar atau penjual saat ini yang yakin sukses bila tahu produknya busuk, bau, dan berdampak negatif? Saya kira hanya Iblis yang bisa. Bahkan para Nabi sekalipun, walaupun produk yang dipasarkannya adalah super positif, tidak semuanya sukses dalam mendapatkan konsumen. Dengan demikian belajar pemasaran dari Iblis merupakan hal yang menarik untuk melihat strategi dan program yang menjadi kiat sukses Iblis. Jangan sampai niat dan produk yang baik malah kehilangan optimisme untuk sukses di pasaran.

Strategi utama Iblis dalam memasarkan produknya adalah kemasan yang indah untuk mempengaruhi nafsu dan bukan akal. Dan keindahan yang tampak bukanlah keindahan yang sebenarnya dari produk. Namun menjadikan produk hanya tampak indah dalam persepsi konsumen. Beda dengan produk Tuhan dan para nabiNYA, yang memang sesuatu yang indah. Strategi ini diungkap dalam beberapa ayat, yakni QS Al-Baqarah 2: 212; QS An-Naml 27: 4 dan 24), bahwa tugas utama pemasar produk Iblis adalah menjadikan sesuatu ‘terlihat’ indah.

Marketing Mix Iblis

Untuk langkah selanjutnya, maka strategi harus diimplementasikan menjadi program-program yang lebih teknis. Dan, Iblispun menggunakan Bauran Pemasaran yang terintegrasi. Hal ini setidaknya dapat dilihat dalam QS An-Naas 114: 1-6 berikut,

”1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. 2. Raja manusia. 3. Sembahan manusia. 4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, 5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, 6. dari (golongan) jin dan manusia.

Dari ayat-ayat diatas,  bauran pemasaran yang diamalkan oleh Iblis adalah;

  1. Product.

Produk yang ditawarkan Iblis, sesuai ayat ke-4, dalam hal ini adalah keburukkan/kejahatan/kemaksiatan. Variasi produk kemaksiatan yang ditawarkan sangatlah beragam. Yang tertinggi adalah berusaha menjadikan manusia menyekutukan ALLAH. Bagaimana produk yang secara akal tersebut laku di pasaran?

1. Place.

Dari ayat ke-5, Iblis dalam melakukan kegiatan pemasaran memasuki daerah yang sangat strategis yakni dada, karena di bagian ini terdapat organ terpenting manusia yakni hati.

An-Nu'man bin Basyir berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, '...Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati '" (HR. Bukhori).

Dengan demikian untuk memasarkan sesuatu yang negatif, Iblis lebih menstimuli aspek emosi/afektif/perasaan seseorang, dan bukan aspek kognitif/pemikiran logis seseorang. Untuk mempengaruhi aspek perasaan, maka stimulinya adalah kesenangan jangka pendek dan tidak membiarkan konsumen berfikir masalah konsekuensinya dalam jangka panjang. Manusia dengan nafsunya distimuli dengan berbagai macam cara, baik dari depan, belakang, kiri dan kanan (QS Al-A’raf 7: 17). Nafsu distimuli dengan kekhawatiran akan masa depan, selalu menatap masa lalu (sulit berubah), diberikan kekhawatiran dari lingkungan sekitar dsb yang menjadikan manusia terlena dari fokus hidup yang sebenarnya. Hanya manusia yang selalu ingat mati dan Tuhan yang tidak tergoda oleh stimuli Ibllis, karena itulah Iblis tidak akan mampu menggoda manusia dari bawah dan dari atas.

2. Promotion.

Dari ayat ke-4 dan 5, dinyatakan bahwa produk dipromosikan dengan cara yang halus. Artinya, untuk mempromosikan produk-produk yang negatif, Iblis mengkomunikasikan produknya dengan cara menunjukkan kebaikan jangka pendek yang bersifat semu dan menyesatkan serta menutupi keburukan produknya. Sehingga yang tampak adalah produk yang baik dan bermanfaat. Dan hal tersebut dilakukan secara halus, sehingga manusia sama sekali tidak mewaspadainya.

Iblis berkata: ’Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.’” (Sr. Al Hijr 39)

Promosi dilaksanakan dengan berbagai cara dan dengan menggunakan bauran promosi yang beragam.

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al A’Raaf 16-17)

3. Price.

Ketika berbicara masalah harga yang harus dibayar, maka konsumen akan menggunakan akal dan logikanya. Hal ini tentunya tidak dikehendaki oleh Iblis, karena itu mereka menyembunyikan aspek tersebut, mengingat harga untuk menjadi konsumen mereka sangatlah tidak sepadan dengan konsekuensi buruk yang akan diperolehnya. Dimungkinkan karena itulah ayat tentang harga yang harus dibayar sebagai konsumen tidak muncul dalam Surat an-Naas, namun muncul di surat-surat lain seperti sebagai informasi dari Sang Pencipta agar kita bisa mewaspadainya..

 ”Tuhan berfirman: Pergilah, barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” (Al Israa 63-64)

Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya." (Al A’raaf 18).

4. People.

Surat An Naas 6 menunjukkan bahwa salesperson dari bisnis Iblis direkrut dari kalangan jin/syetan dan manusia sendiri. Manusia tidak hanya menjadi pesaing, dan konsumen produknya, namun juga menjadi tenaga pemasarnya secara sukarela. Sebuah bentuk kesuksesan MLM versi Iblis. Banyak manusia menyatakan loyalitasnya, yang juga merekomendasikan produk kepada orang lain, dan bahkan rela membela produk-produk Iblis. Dari Al Israa 63 juga muncul informasi bahwa Iblis tidak tanggung-tanggung dalam mengerahkan pasukannya tersebut. Pasukan salesperson yang lengkap dikerahkan untuk memberikan janji-janji palsu kepada manusia.

Paparan mengenai Marketing Iblis tentunya akan lebih luas dibahas dalam format yang berbeda, yang lebih mampu menjelaskan aktivitas pemasaran Iblis, dan bahkan bagaimana cara mengalahkanya.

Semoga kita dapat mendiskusikan lagi di lain kesempatan.

 

Gancar C. Premananto

Spiritual Management & Marketing Expert

Head of Master in Management

Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Airlangga

gancar-c-p@feb.unair.ac.id


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Rahasia Agar Tetap Fokus Berkendara Selama Puasa

Rahasia Agar Tetap Fokus Berkendara Selama Puasa
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Menjalani aktivitas di tengah ibadah puasa menjadi tantangan besar bagi umat muslim di seluruh dunia. Terutama bagi mere...


Membangun Rencana Transformasi Bisnis Digital

Membangun Rencana Transformasi Bisnis Digital
INFOBRAND.ID - Penyesalan terbesar di dunia investor Silicon Valley adalah melewati kesempatan menanamkan modal di bisnis Facebook diawal pengembangan...


4 Cara Nikmati Liburan Keluarga Saat Ramadhan ala OYO Hotel

4 Cara Nikmati Liburan Keluarga Saat Ramadhan ala OYO Hotel
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Berpuasa bukanlah suatu halangan untuk bisa menikmati liburan. Apalagi, puasa tahun ini bertepatan dengan musim libur se...


6 Faktor Utama Agar Brand Bisa Tumbuh di Pasar Kompetitif

6 Faktor Utama Agar Brand Bisa Tumbuh di Pasar Kompetitif
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Pada tahun 2018 lalu, perekonomian di Indonesia berkinerja cukup baik. Begitu juga dengan pasar FMCG (Fast Moving Consum...