Sabtu, 07 Desember 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Kinerja PermataBank Terus Menguat di Kuartal Ketiga

Posted by: 15-11-2019 16:15 WIB 173 viewer

Kinerja PermataBank Terus Menguat di Kuartal Ketiga
Bank Permata

PT Bank Permata Tbk (“PermataBank” or “Bank”) mengumumkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan dikuartalketiga yang berakhir pada 30 September 2019, diceriminkan melaluikinerja bisnis yang kuat, peningkatan kualitas aset serta likuiditas yang optimum.

Laba bersih setelah pajak menguat 121% menjadi Rp 1.1triliun dari periode yang sama tahun lalu. PertumbuhanLaba Operasional sebelum Penyisihan Penurunan Nilai Aset tercatat sebesar 15% diangka Rp2,1 triliunyang merupakan kontribusi dari kenaikan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 3,0% dan Pendapatan Operasional selain Bunga sebesar 22%, sementaraNet Interest Margin(NIM) tumbuhmenjadi 4,2% diikuti oleh peningkatan signifikan Laba Operasional yang mencapai 279% menjadi Rp1,4 triliunsampai dengan akhirSeptember 2019. Kualitas aset Bank yang lebih sehat tercermin pada penurunan biaya cadangan kredit sebesar 50% menjadi Rp741 miliardi akhir September 2019.

Ridha DM Wirakusumah, Direktur Utama PermataBankmengatakan“Laba yang diperoleh PermataBank pada kuartalketiga, memperkuat komitmen kami untuk mempertahankan kinerja laba yang soliddan terus menjaga kualitas asset Bank yang sehat. Kami juga menerapkan disiplin pengelolaan biaya operasional sehingga dapat dijaga pada level yang konstan ditengah berbagai investasi yang dilakukan Bank dan tekanan inflasi. Begitu juga dengan inovasi dalam produk dan pelayanan, termasuk peningkatan kualitas digital bankingyang membantu menumbuhkan portofolio kredit kami.

PermataBank mencatatkan kredit sebesar Rp. 107,6 triliun pada September 2019dengan tumbuh moderat 1.0% yang dikontribusi dari Retail Banking dan Wholesale Banking. Pertumbuhan kredit netto secara marjinal ini terutama disebabkan percepatan penyelesaian kredit bermasalah yang menyebabkan penurunan jumlah kredit yang diberikan. Secara bruto, kredit sehat yang diberikan tumbuh sebesar 8% dibandingkan dengan tahun lalu, yang dibukukan secara selektif dengan mengutamakan kualitas aset sesuai dengan kerangka kerja manajemen risiko kredit yang lebih pruden

Rasio NonPerforming Loan(NPL) gross dan NPL net di September 2019 semakin membaik secara signifikan masing-masing di posisi 3,3% dan 1,2% dari 4,8% dan 1,7% pada September 2018. Sebagai perbandingan, rasio NPL gross dan NPL net pada bulan Desember 2018 ada di posisi 4,4% dan 1,7%. Semua angka ini terus terjaga dibawah ketentuan regulator. Rasio NPL coverage tetap terjaga baik di level 164%, walaupunrelatif turun dari 189% pada periode yang sama tahun laludan 176% pada Desember 2018. Pencapaian ini sejalan dengan perbaikan kualitas aset usaha dan kehati-hatiandalam memitigasi potensi kerugian kredit

Keseluruhan biaya operasional terkontrol dengan baik, meningkat sejalan dengan rentang inflasi pada level3,0% year-on-year. Rasio BOPO di September 2019 membaik secara signifikan menjadi 87% dari 96% pada September 2018, sebagai hasil dari penurunan biaya pencadangan kerugian kredit dan efisiensi biaya operasional ditengah tekanan inflasi.

RasioLoan-to-Deposit (LDR)tercatat pada level 88% diSeptember 2019. Tahun lalu LDR berada di 91% dan 90% pada Desember 2018. Angka ini menunjukan likuiditas bank yang kuat dansejalandengan upaya Bank dalam menjaga keseimbangan dalam penyaluran pinjaman yang maksimal dan likuiditas secara optimal untuk mendukung pertumbuhan kredit di masa yang akan datang.

PermataBank juga berhasil meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 2,0% YoYdi September 2019, yang dikontribusi oleh pertumbuhan dana Giro dan Tabungan masing-masing sebesar 11,0% dan 6,0%, sementara dana mahal Deposito turun sebesar 4,0%. Rasio CASA bank meningkat menjadi 50% dari 47% pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan struktur sumber pendanaan yang lebih baik untuk menjaga keseimbangan profitabilitas Bank secara maksimal dengan tetap mengelola likuiditas yang optimal.

Sementara, posisi permodalan Bank yang kuat tercermin padakenaikan berkelanjutan rasio Common Equity Tier 1(CET-1) dan Capital Adequacy Ratio(CAR) masing-masing sebesar 18,6% dan 19,8%. Rasio tersebut lebih tinggi dari persyaratan modal minimum, membaik dari 17,1% dan 19,2% yang tercatat di periode yang sama tahun lalu.

“Kami sangat bersemangat dengan hasil yang kuat di kuartalini dan optimis dengan inisiatif yang telah kami luncurkan seperti PermataMobile X untuk Shariah Banking, pembukaan Model Branch, dan yang paling terbaru adalah kerjasama Penjaminan Kredit bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), semuanya akan memperkuat kinerja kami dan memberikan hasil yang lebih baik di masa mendatang.” tutup Ridha.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


OJK dan Ajaib Siap Berantas Hoaks Investasi Ilegal

OJK dan Ajaib Siap Berantas Hoaks Investasi Ilegal
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Penyebaran informasi hoaks atau berita palsu yang merugikan banyak pihak masih terus terjadi di kalangan masyarakat. Bah...


Ini 10 Langkah Kesiapan Industri Otomotif di Era 4.0

Ini 10 Langkah Kesiapan Industri Otomotif di Era 4.0
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika meng...


Sembilan Kali Juara, Audio Polytron Raih Platinum dari IBBA 2019

Sembilan Kali Juara, Audio Polytron Raih Platinum dari IBBA 2019
INFOBRAND.ID - Di era digital saat ini, big data memegang peranan sangat penting dalam pengembangan bisnis. Hal tersebut adalah keuntungan bagi perusa...


IM3 Ooredoo Luncurkan Paket Internet Khusus Snapchat

IM3 Ooredoo Luncurkan Paket Internet Khusus Snapchat
JAKARTA, INFOBRAND.ID – IM3 Ooredoo resmi menjalin kerjasama dengan Snap Inc. pada Rabu (4/12) kemarin di Jakarta. Dalam kerjasama ini, IM3 Oore...