Rabu, 20 November 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Fenomena Dual Screen

Posted by: 13-03-2019 16:07 WIB 439 viewer

Fenomena Dual Screen
Managing Director PT Nielsen Indonesia, Agus Nurudin

PT The  Nielsen  Company Indonesia (Nielsen) cukup adaptif melihat  perkembangan media di Indonesia.  Kami  punya  layanan Digital Ad Rating dan  Total Ad Rating yang cukup untuk mengejar apa yang ada di pasar saat ini. Selain itu kami juga lengkapi layanan  Digital Content Rating dan  Total Content Rating.  

Kami juga sudah bekerjasama dengan 7 platform e-commerce  player.  Ada Lazada,  JD-Id, Alfa-Cart, Hypermart Online, Watson Online, Orami dan Shoppe. Mereka  berpartner dengan Nielsen untuk mengukur perkembangannya  Sejauh ini penjualan mereka solid double digit.

Akselerasi  tren digital semakin kuat karena ini penetrasi baru dan  terkait dengan digital consumer behaviour.  Dengan adanya media digital, konsumen semakin dimudahkan  aksesnya dalam membeli produk.  Penetrasi  internet pun  semakin bagus.  Saat ini pengguna internet   sudah mencapai 48% dari total penduduk Indonesia. Jumlahnya sudah mencapai  100 juta lebih.

Masyarakat semakin dimudahkan mengakses internet.  Dan, sangat menarik bahwa aplikasi online shop saat ini  penetrasinya 63%,   tertinggi nomor dua setelah social media yang 99% dari pengguna smartphone memiliki aplikasi  seperti facebook, instagram dan sebagainya.  

Tapi jangan salah! Sampai saat ini penetrasi dari media televisi masih di 95%. Semakin meningkatnya penggunaan media digital menciptakan asumsi  media digital mendominasi media konvensional.  Tapi belum tentu juga. Contoh! Sekitar 97% Generasi Z (10–19 tahun)  masih menonton televisi, 50% mengakses internet, 33% mendengarkan radio, 7% menonton televisi berbayar dan 4% membaca media cetak. Sedangkan Generasi Milenial (20 – 34 tahun), 96% dari mereka menonton televisi dan 58% mengakses internet.

Yang jelas, konsumen di semua generasi sama-sama mengakses internet. Sehingga, kebiasaan multi-screen dengan media digital menjadi suatu hal yang lumrah.

Televisi masih menjadi media pilihan untuk membangun brand. Hanya saja, sekarang ini perilaku penontonnya berubah. Mereka  menonton tv sambil bawa handphone.  Fenomena dual screen ini terjadi.  Mereka terbiasa  melakukan dual activities dalam waktu yang  bersamaan.  Yang dual Screen ini orang berusia 16-29 tahun jumlahnya di atas 96% dari total pemirsa televisi. Sedangkan yang berusia 40 tahun ke atas di atas 82% dari total pemirsa  televisi.  

Tak berarti budget promosi  harus naik karena pasti ada pertimbangan tertentu kapan pasang iklan di tv dan kapan iklan di  media digital. Tergantung kepentingannya apa dan  target audience siapa dan  kategori karakternya seperti apa. Masing-masing brand punya strategi sendiri-sendiri.  Bahwa  pemilik online services mengalokasikan di media online dengan proporsi lebih tinggi sekitar 10%.

Proporsi  tv masih di sekitar 75% dari total spending iklan di tanah air. Sekitar 10% digital, sisanya untuk koran, radio dan iklan out door. Mana yang lebih efektif? Saya tidak berani memprediksi. Yang jelas, yang harus dievaluasi adalah efektifitasnya.

Tak sedikit konsumen yang masih menggunakan Omni  Channel --menggunakan dual channel, offline dan online--.Konsumen Omni Channel  jumlahnya 56% di tahun 2016. Perilaku konsumen yang pakai Omni Channel ini  diantaranya  yang membeli barang elektronik . Untuk belanja barang yang cukup bernilai, mereka akan lakukan survey baik melalui online, lalu mereka tetap pergi ke toko juga –offline-- . []

 


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


3 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Go-Pay Masih Juaranya!

3 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Go-Pay Masih Juaranya!
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Perkembangan teknologi yang semakin masif telah berhasil membawa perubahan pada semua aspek di kehidupan manusia, tak terkecua...


Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional

Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Berdiri sejak 20 tahun lalu, Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) masih menjadi asosiasi andalan yang menjadi ruj...


Emir Pohan: Legalitas, Instrumen Keberhasilan Franchise

Emir Pohan: Legalitas, Instrumen Keberhasilan Franchise
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Hukum menjadi sesuatu yang sangat penting dalam berkehidupan di negara ini. Semua kegiatan maupun aktivitas harus mengacu pada...


WFA Percaya Merek Waralaba Indonesia Bisa Berkembang di Pasar ASEAN

WFA Percaya Merek Waralaba Indonesia Bisa Berkembang di Pasar ASEAN
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Troy Franklin, COO South East Asia World Franchise Associates (WFA) meyakini kalau merek waralaba Indonesia memiliki peluang y...