Rabu, 20 November 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Edukasi Digital Branding bagi Decision Makers yang masih Zaman OLD

Posted by: 08-11-2018 10:12 WIB 797 viewer

Edukasi Digital Branding bagi Decision Makers yang masih Zaman OLD
Amalia E Maulana, Branding Consltant & Ethnographer di acara IDPBA 2018

Membangun citra sebuah brand menjadi salah satu hal penting dalam dunia bisnis untuk keluar dari kerumunan pilihan brand yang begitu banyak bagi konsumennya. Menyikapi hal tersebut, Amalia E Maulana, Ph.D. selaku Branding Consultant & Ethnographer, Director  ETNOMARK Consulting, mengulas pentingnya peranan media digital dalam pembangunan sebuah brand dalam kapasitasnya sebagai keynote speaker acara Indonesia Digital Popular Brand Award (IDPBA) 2018.

Acara yang diselenggarakan oleh TRAS N CO Indonesia bekerjasama dengan Infobrand.id serta IMFocus Digimarketing, Jumat (2/11/2018) diselenggarakan di Hotel Shangri-La, Jakarta merupakan acara penghargaan bagi prestasi kegiatan digital sebuah brand.  Amalia menyampaikan apresiasi terhadap program kompetisi antar brand ini, karena meningkatkan awareness tentang pentingnya edukasi digital branding terhadap Decision Makers, khususnya bagi mereka yang masih ‘zaman old’. Masih banyak pengambi keputusan yang menganggap kegiatan digital ini hanya sekedar melengkapi kegiatan MarCom brand saja. Alokasi resources belum sepenuhnya diberikan untuk kegiatan digital, dan hasilnya menjadi tidak optimal.

Tetapi, di sisi lain, ia mengingatkan bahwa acara penganugerahan Digital Brand Champion semacam ini jangan sampai membuat para pemasar muda millennial  'Zaman Now' berpendapat bahwa semua aspek kegiatan pemasaran sudah harus berpusat pada yang berbau digital. Mereka perlu disadarkan juga bahwa dalam dinamika kehidupan konsumen atau yang disebut dengan 'the Dynamic Consumer Journey',  tidak semua aspek kehidupan konsumen yang berubah menjadi digital. Perusahaan harus memahami secara holistik insights tentang media habit konsumen di segmen yang dibidik, sehingga bisa mendisain Integrated Brand Communication - digital dan non-digital.

“Setuju, kita memang harus lebih alert terhadap peranan kegiatan pemasaran digital, karena ini memang sudah 'Zaman Now', tetapi jangan 'kebablasan', yaitu  melupakan peranan media konvensional - non-digital.  Dengan kata lain, seolah offline tidak penting dan tidak perlu dipakai lagi. Digital semakin meningkat peranannya dalam pembangunan brand, karena sebenarnya digital itu mempermudah berbagai aspek kehidupan konsumen. Bagi brand, digital merupakan channel untuk berinteraksi, berkomunikasi, channel untuk berjualan, untuk memahami perilaku konsumen, dll."

Pemahaman mendalam tentang needs dan perilaku konsumen yang dilengkapi dengan media habit kesehariannya, membuat brand manager mempunyai informasi dan insights yang cukup untuk memberikan pengarahan kepada para creative partner mereka. Keputusan membelah rasio offline-online ditentukan oleh 'Communication objectives' brand, bukan oleh budget yang dimiliki oleh divisi digital dan divisi non-digital. Memahami dinamika Consumer Journey menjadi kunci keberhasilan strategi kampanye MarCom. Paduan kedua channel online-offline ini memiliki perannya masing-masing dalam memberikan sumbangsih terhadap tujuan komunikasi brand secara keseluruhan.

Sementara itu, gap lain di perusahaan adalah baik decision makers Zaman Old dan Zaman Now keduanya perlu memahami fundamental branding - strategic brand managemenet - yang mana seringkali masih dipahami secara parsial. Pemborosan budget marcom dimulai dari menyerahkan budget marcom kepada decision makers yang belum mengerti 'big picture' prinsip branding. Kegiatan Marcom yang sporadis dan teknis, walaupun didisain secara sophisticated oleh creative agency terhebat sekalipun, beresiko pemborosan biaya marcom - tidak efektif dan tidak efisien dalam perjalanan mencapai cita-cita Brand.

Amalia menekankan mengapa Decision Makers Zaman Old perlu lebih menyadari pentingnya digitalisasi brand dan integrasi digital-non digital juga berhubungan dengan perubahan struktur organisasi pemasaran di perusahaan. "Sebaiknya integrasi sudah dilakukan dalam proses pengambilan keputusan kegiatan MarCom. Beberapa perusahaan yang saya amati mempunyai kotak-kotak yang terpisah antara tim pemasaran digital dan non-digital, dan mereka jarang 'talk to each other' saat mendisain kegiatan marcom. Sekat-sekat ini harus dibuka dan diminimalkan," demikian Amalia menutup pembahasannya malam tersebut.

 


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


3 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Go-Pay Masih Juaranya!

3 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Go-Pay Masih Juaranya!
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Perkembangan teknologi yang semakin masif telah berhasil membawa perubahan pada semua aspek di kehidupan manusia, tak terkecua...


Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional

Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Berdiri sejak 20 tahun lalu, Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) masih menjadi asosiasi andalan yang menjadi ruj...


Emir Pohan: Legalitas, Instrumen Keberhasilan Franchise

Emir Pohan: Legalitas, Instrumen Keberhasilan Franchise
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Hukum menjadi sesuatu yang sangat penting dalam berkehidupan di negara ini. Semua kegiatan maupun aktivitas harus mengacu pada...


WFA Percaya Merek Waralaba Indonesia Bisa Berkembang di Pasar ASEAN

WFA Percaya Merek Waralaba Indonesia Bisa Berkembang di Pasar ASEAN
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Troy Franklin, COO South East Asia World Franchise Associates (WFA) meyakini kalau merek waralaba Indonesia memiliki peluang y...