Ahad, 23 Februari 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Digital Branding Atau Tergerus?

Posted by: 13-03-2019 15:31 WIB 559 viewer

Digital Branding Atau Tergerus?
CEO IMFocus, Alex Iskandar

Membangun merk di dunia digital menjadi kewajiban bagi pemilik brand yang ingin eksis menjaga market sharenya. Pasalnya, tren perilaku konsumen di era digital, membuat banyak merk harus ekstra memacu diri melakukan  digital branding agar tetap jadi pilihan yang paling populer di masyarakat. Itu sebabnya diperlukan kreativitas, kapasitas, dan inovasi agar mampu memenangkan persaingan saat ini.

Menurut CEO IMFocus Alex Iskandar, banyak brand mulai aware memanfaatkan kehadiran digital channel, baik untuk sekedar engagement, tetapi juga menaikkan sales revenue. Fenomena tersebut adalah cara tepat menyapa dan mempertahankan existing customer-nya dengan baik, sehingga bisa tetap survive dan berkembang.

Oleh karena itu, TRAS N CO Indonesia bekerjasama dengan IMFocus menggagas pengukuran popularitas merk di internet melalui ajang Indonesia Digital Popular Brand Award. Survei yang dilakukan murni melalui data engine pihak ketiga yang bersifat independen, kredibel dan akuntabel, dengan menggunakan tiga parameter (alat ukur) penilaian, yakni: social media based, search engine based, dan website based.

Yang menarik dari survei ini, kata Alex,  IMFocus menambahkan dua penilaian baru yaitu Youtube pada social media menggantikan penilaian twitter pada tahun lalu. Dan trafik pada penilaian website based yang juga tidak ada pada tahun lalu. “Youtube dipilih mengingat twitter di Indonesia belakangan lebih condong ke politik.  Bagaimana pun Youtube merupakan search engine kedua terbesar setelah google. Untuk website based kami survei merek yang memiliki minimal 10.000 pengunjung,” ujarnya sambil menambahkan ada banyak tahap dilakukan dalam mencari kandidat pemenang  Indonesia Digital Popular Brand Indonesia (IDPBA) dengan langkah  melakukan mapping, verifikasi website dan  akun socmed. Kemudian data diolah dan analisa , dilakukan penilaian dan quality control, keabsahan nilai, setelah itu  pemenang diumumkan.

Kini semua isyu di internet telah merubah cara kita berbisnis. Semua pemilik brand memiliki kesempatan yang sama untuk terkenal dan brand yang sudah terkenal harus tetap eksis di dunia digital. Itu akan menjadi tantangan tersendiri.

Sekarang orang membaca media cetak hanya untuk membuang waktu. “Kita mencari informasi langsung buka search enginee. Bandingkan berapa banyak informasi dari TVC, radio dan majalah?  Dibandingkan informasi dari online! Kini media cetak mulai berguguran dan beralih ke online.

Kata Alex, boleh jadi di era digital marketing ini, Air Minum Dalam Kemasan Aqua belum tentu tetap menjadi nomor satu. Kapan saja merek lain bisa menyalip dalam satu atau dua tahun. “Padahal di dunia sebelum era online,  pemilik mereka punya uang banyak baru bisa berpromosi. Sekarang asal eksis di social media dan brand bisa terkenal.”tambahnya.

Alex menambahkan, di jaman ini pemilik brand dengan Rp100 juta bisa beriklan tiga sampai sampai bulan dengan dahsyat. []

 


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Mengukur Kekuatan Marketing di Media sosial

Mengukur Kekuatan Marketing di Media sosial
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Harus diakui kalau pengguna media sosial saat ini cukup tinggi, tak terkecuali di Indonesia. Dalam laporan digital yang dirili...


Marketing Harus Bisa Memanfaatkan Big Data

Marketing Harus Bisa Memanfaatkan Big Data
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Memanfaatkan data besar atau big data untuk melihat perilaku konsumen merupakan salah satu kunci manajemen pemasaran di era di...


Pentingnya Dukungan Komunitas Untuk Branding

Pentingnya Dukungan Komunitas Untuk Branding
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Komunitas sepertinya telah berhasil menjadi senjata ampuh untuk membangun strategi bisnis pada sebuah perusahaan di era digita...


3 Kunci Manajemen Pemasaran di Era Digital

3 Kunci Manajemen Pemasaran di Era Digital
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Digitalisasi telah menimbulkan suatu fenomena yang disebut dengan Digital Darwinism, yaitu ketika perkembangan teknologi lebih...