Kamis, 25 April 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Asian Games 2018 & Nation Branding! It’s The Time To Build Indonesia Brand

Posted by: 03-09-2018 14:43 WIB 442 viewer

Asian Games 2018 & Nation Branding! It’s The Time To Build Indonesia Brand
Yuswohady

Pagelaran akbar olahraga Asian Games 2018 secara resmi telah ditutup. Dari perolehan medali, Indonesia mengukir sejarah yang membanggakan dengan menduduki peringkat 4 dibawah China, Jepang dan Korea Selatan. Meski sudah ditutup, Asian Games 2018 masih mencatatkan citra positif bagi Indonesia khususnya mengangkat Brand Nation Indonesia dimata dunia.

Kali ini, Infobrand.id akan mengulas artikel Asian Games 2018 & Nation Branding It’s The Time To Build Indonesia Brand yang di paparkan oleh Managing Partner Inventure Yuswohady dan rekan-rekan dari Inventure Consulting.

Dalam diktatnya, Asian Games 2018 tak hanya sebatas event olahraga. Dia adalah katalis untuk membangun infrastruktur, momentum emas untuk perbaiki citra dan reputasi negara, wahana untuk mempromosikan pariwisata, pemersatu bangsa yang saat ini kian terpolarisasi dan energy yang membangkitkan kebanggaan segenap anak bangsa.

Asian Games 2018 adalah salah satu event olahraga terbesar di dunia dengan miliaran pemirsa. Tengok saja, Asian Games 2018 kali ini diikuti oleh 45 negara 11.300 atlet dan 5000 official, 465 pertandingan olahraga, 13.000 volenter, 2 juta penonton, 11.000 media lokal dan internasional dan target 5 miliar pemirsa dalam 3 minggu. Dengan media exposure yang besar momentum ini begitu strategis bagi pembentukan Nation Brand.

Asian Games 2018 diselenggarakan di Jakarta dan Palembang. Kedua kota ini pun turut menikmati keuntungan positif. Bagi DKI Jakarta, direct impact Asian Games dari 2016-2018 sebesar 22 triliun rupiah. Sedangkan Palembang 18,5 triliun rupiah.

INASGOC sebagai penyelenggara Asian Games 2018 menargetkan penerimaan dari 3 sumber yaitu Sponsor, Penjualan Tiket dan Merchendise. Jumlah penerimaan dari sponsor tercatat sebesar 1,6-1,8 Triliun, jumlah penerimaan dari penjualan tiket terkumpul 50-60 Miliar sedangkan jumlah penerimaan dari Merchendise di targetkan 20 miliar dengan keuntungan bersih 7 miliar rupiah.

Asian Games 2018 juga berdampak positif terhadap pertumbuhan beberapa sektor industry seperti sektor rekreasi dan hiburan yang meningkat cukup besar di DKI Jakarta sebear 26,1 %. Di Palembang pun kehadiran Asian Games 2018 menjadi pemicu pertumbuhan. Di sektor rekreasi dan hiburan, Palembang mengalami kenaikan hingga 34,92%. Ditambah lagi dengan dibangunnya LRT di Palembang sehingga terjadi kenaikan di sektor Trabsportasi sebesar 5,9%. (source:Bappenas).

Jika dirunut kebelakang, penyelenggaraan Asian Games 2018 ini terbilang yang terbesar dalam sejarah dengan diikuti oleh 11.300 atlet. Hal ini berbeda dari penyelenggaraan Asian Games 2014 di Korea Selatan yang diikuti oleh 9.501 atlet dan Asian Games 2010 di China yang diikuti oleh 9.704 atlet.

Berbagai negara telah memanfaatkan event olahraga seperti Olimpiade, Piala Dunia atau Asian Games untuk secara cepat mendapatkan eksposur global. Tujuannya tak lain untuk menarik tourist, trader dan investor (TTI) dari seluruh dunia hingga menghasilkan dampak ekonomi positif ke negara tersebut.

Contohnya ialah China. Pada tahun 2008 China memanfaatkan olimpiade Beijing untuk melakukan diplomasi global dalam rangkan membentuk persepsi baru Cina dengan keajaiban ekonomi dan penguasaan teknologinya. Kejayaan Cina ini tergambar dalam Beijing National Stadium yang berbentuk menyerupai sarang burung.

Diplomasi global ini dilakukan dalam satu paket karena dalam waktu hampir bersamaan Cina menjadi tuan rumah dua event besar lainnya yaitu Shanghai World Expo 2010 dan Asian Games Guangzhou 2010. Melalui Olimpiade dan Asian Games, Cina ingin menunjukkan bahwa dirinya sedang bertransformasi menjadi kekuatan baru ekonomi dunia menandingi Amerika Serikat.

Afrika Selatan memanfaatkan secara total saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010. Melalui event ini Afrika Selatan ingin keluar dari apa yang disebut Simon Anholt “Brand Africa Dilemma” yaitu lepas dari citra negara-negara Afrika pada umumnya yang identik dengan kemiskinan, kelaparan dan wabah penyakt.

Melalui Piala Dunia 2010 Afrika Selatan melakukan Nation Brand repositioning sebagai negara termaju di Afrika yang menjadi surge bagi tourist, trader dan investor.

Lantas, apa itu Nation Brand? Nation Brand adalah citra dan reputasi yang ditangkap oleh masyarakat internasional terhadap suatu negara. Simon Anholt yang dikenal sebagai “Bapak Nation Brand” merumuskan citra dan reputasi sebuah negara kedalam 5 dimensi sebagai berikut :

Export : Persepsi masyarakat internasional mengenai kualitas produk/layanan yang dibuat oleh suatu negara. Jepang misalnya dikenal dengan produk elektronik dan otomotif atau Swiss dengan produk Jamnya.

Governance : Persepsi masyarakat internasional mengenai kemampuan negara dalam mengelola pemerintah yang profesional, bersih dan demokratis. JUga komitmen negara tersebut terhadap isu-isu global seperti perdamaian, keamanan, keadilan, kemiskinan dan lingkungan.

Culture&Heritage : Persepsi masyarakat Internasional terhadap budaya suatu negara baik warisan nenek moyang maupun budaya kontemporer seperti film, musik, seni sastra dan lain-lain.

People : Persepsi masyarakat internasional terhadap kualitas SDM yang dimiliki oleh suatu negara seperti kompetensi, keterbukaan, keramahtamahan dan sebagainya.

Tourism : Ketertarikan wisatawan dari seluruh dunia untuk mengunjungi sutau negara baik karena kebudayaan, keindahan alam maupun kehebatan destinasi wisata buatan.

Investment&Immigration : kemampuan untuk menarik orang untuk berinvestasi, tinggal dan belajar di suatu negara. Juga persepsi msyarakat internasional terhadap kualitas hidup dan iklim berusaha di negara tersebut.

Kajian ini menggunakan sebuah framework pembentukan nation brand dengan mengusulkan delapan strategi untuk menciptakan Nation Brand yang kokoh. Dengan menjalankan berbagai strategi ini sebelum, selama dan sesudah event ini akan tercipta sebuah Nation Brand Equity yang mencakup tiga aspek yaitu People (SDM yang kompeten), Place (Tempat mengesankan untuk berwisata dan kondusif untuk berinvestasi), Product (Produk yang kompetitif di pasar global).


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Yuswohady : Inovasi Bukan Semata Kebutuhan, Tetapi Survivalnya Setiap Perusahaan

Yuswohady : Inovasi Bukan Semata Kebutuhan, Tetapi Survivalnya Setiap Perusahaan
INFOBRAND.ID – Yuswohady selaku Managing Partner, Inventure mengatakan inovasi bukan hanya menjadi kebutuhan melainkan sudah menjadi upaya survi...


Terkait Inovasi, Dosen Unair: Pilihannya 'Change or Be Changed'

Terkait Inovasi, Dosen Unair: Pilihannya 'Change or Be Changed'
INFOBRAND.ID – Kata-kata inovasi saat ini menjadi salah satu tema sentral, terutama di era revolusi industry 4.0 ini. Dimana semua jenis organis...


Siasat Sukses Membangun Brand di Era Digital

Siasat Sukses Membangun Brand di Era Digital
Satu dekade terakhir terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi. Media digital belakangan ini menjadi source utama masyarakat dalam...


Millennials  & Creativity

Millennials & Creativity
Memang tak mudah untuk mendapat gelar Startup Unicorn.   Tapi Indonesia punya anak-anak muda kreatif yang menggawangi perusahaan rintisan&nb...


Fenomena Dual Screen

Fenomena Dual Screen
PT The  Nielsen  Company Indonesia (Nielsen) cukup adaptif melihat  perkembangan media di Indonesia.  Kami  punya  layan...


Membangun Marketing Channel di Media Digital

Membangun Marketing Channel di Media Digital
Sejatinya media digital bisa menjadi sarana yang powerfull untuk melakukan serangkaian aktifitas marketing. Namun, hingga saat ini media digital baru...


Strategic Branding Management

Strategic Branding Management
Mengembangkan brand dibutuhkan alokasi resources yang  tepat. Tak hanya pada alokasi budget marcom, tak kalah penting adalah memilih orang yang t...


Membidik Pasar Milenial

Membidik Pasar Milenial
Berbicara digital dan milenial  itu dua hal yang saling berhubungan.   Enabler atau teknologi nya adalah digital, customernya  ada...


Menjadi Digital Brand Champion

Menjadi Digital Brand Champion
Tak dipungkiri bila marketing digital mempengaruhi market offline. Founder & Chairman TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo mengungkapkan, sebagian bes...


Perspektif Membangun Brand di Sektor Pariwisata

Perspektif Membangun Brand di Sektor Pariwisata
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 20 juta sampai akhir 2019. Selama 4 tahun target  kunj...


Keniscayaan Membangun Brand Lewat Digital

Keniscayaan Membangun Brand Lewat Digital
Perkembangan teknologi informasi merubah peradaban manusia. Bila dulu untuk mendapat informasi peristiwa hari ini, baru esok harinya masyarakat dapat...


Digital Branding Atau Tergerus?

Digital Branding Atau Tergerus?
Membangun merk di dunia digital menjadi kewajiban bagi pemilik brand yang ingin eksis menjaga market sharenya. Pasalnya, tren perilaku konsumen di era...


Usaha Sendiri Atau Franchise, Mana Lebih Untung?

Usaha Sendiri Atau Franchise, Mana Lebih Untung?
Ada banyak strategi yang bisa dipilih saat baru akan mulai merintis sebuah usaha, bisa dengan membuka usaha sendiri atau pun dengan membeli bisnis fra...


Edukasi Digital Branding bagi Decision Makers yang masih Zaman OLD

Edukasi Digital Branding bagi Decision Makers yang masih Zaman OLD
Membangun citra sebuah brand menjadi salah satu hal penting dalam dunia bisnis untuk keluar dari kerumunan pilihan brand yang begitu banyak bagi konsu...


Kenaikan Dolar Tidak Berpengaruh Pada Bisnis Franchise di Indonesia

Kenaikan Dolar Tidak Berpengaruh Pada Bisnis Franchise di Indonesia
INFOBRAND.ID - Kondisi nilai tukar rupiah saat ini terus tergerus terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Dimana nilainya per hari ini (28/9/2018) mencap...


Sign In
VIP Members

BRAND UPDATES








Index

EDITOR NOTES




Index

OPINIONS







Index