Sabtu, 04 April 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Amalia E. Maulana: Branding & Franchise

Posted by: 03-10-2019 12:25 WIB 486 viewer

Amalia E. Maulana: Branding & Franchise
Managing Director ETNOMARK Consulting, Amalia E. Maulana

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Branding bukan hanya seputar menjadikan sebuah nama atau merek menjadi Top of Mind saja. Akan tetapi, aktivitas branding tersebut wajib selalu dilakukan agar brand selalu diingat oleh target audience-nya sehingga menimbulkan transaksi di akhir proses brandingnya. Begitulah kurang lebih kalimat yang disampaikan oleh Managing Director ETNOMARK Consulting, Amalia E. Maulana.

Menurutnya, Top of Mind hanyalah permukaan saja. Paling sering terjadi adalah sebuah brand hanya sampai pada proses dikenal saja oleh konsumen, tapi tidak dipilih. Pengenalan brand ini yang disebut oleh Amalia sebagai proses Cognitive yang adanya di dalam benak atau pemikiran konsumen.

Selanjutnya, kata Amalia, yang harus diperjuangkan dalam interaksi dengan brand adalah proses Afektif, yaitu membuat konsumen mengerti value yang sedang ditawarkan, dan value itu adalah sesuatu yang disukai dan diminati.

“Proses kedua inilah yang seringkali tidak berhasil dilalui dengan baik oleh sebuah brand. Situasi ini membuat posisi brand rapuh. Karena brand yang kuat itu dikenal, dimengerti tawarannya dan kemudian diminati dan karenanya dicari sampai dapat,” ujar Wanita dengan gelar Ph.D. dari School of Marketing, University of New South Wales, Sydney, Australia ini.

Nah, sebagai pemilik brand Franchise, sejauh mana principal memastikan bahwa kekuatan brandnya terjaga? Bukan hanya ada di benak (in mind) tetapi berada di hati (in heart). Maka Top of Mind yang boleh dibilang sebagai sebuah ukuran keberhasilan brand, harus selalu didampingi oleh ukuran keberhasilan lainnya, seperti disampaikan sebelumnya yaitu Top in Heart (diminati).

“Selain end customer, ada lagi yang harus diperjuangkan oleh franchisor yaitu posisinya di dalam hati para franchisee-nya. Apakah Top in Heart ini telah diraihnya atau hanya sekadar hubungan transaksional saja? Itu yang harus menjadi perhatian khusus oleh para franchisor,” kata dia.

Menurut Amalia, sebuah brand franchise bisa dikatakan unggul apabila perusahaannya bisa mengelola berbagai stakeholders dengan baik. Karena terkadang ada seorang franchisor yang tidak mau mengerti atau memahami kebutuhan franchisee-nya dengan kata lain mereka menerapkan rule ‘take it or leave it’. Bisnis-bisnis seperti inilah yang menurut Amalia akan terdegradasi dengan cepat karena mereka menerapkan one-way communication dan leadership.

“Karena seorang franchisee itu berada di garda terdepan dan berhadapan secara langsung dengan konsumennya. Kemudian end-customer need juga kan selalu bergerak dengan dinamika yang begitu cepat, sehingga franchisor itu tidak akan mampu menjaring feedback dan aspirasi ini tanpa adanya kerjasama yang baik dengan franchisee-nya,” papar Amalia.

Oleh karenanya, posisi franchisee menjadi sangat strategis bagi franchisor. Selain sebagai insights generator, franchisee juga perlu dipandang sebagai brand ambassador dan guardian. “Kesimpulannya adalah baik franchisor maupun franchisee akan sama-sama menghasilkan tangible dan intangible benefits,” tutup Amalia.[]


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Inovasi dan Adaptasi, Cara Ampuh Meningkatkan Sales Produk

Inovasi dan Adaptasi, Cara Ampuh Meningkatkan Sales Produk
Kesuksesan adalah adaptasi dengan perubahan yang ada dan terus melakukan inovasi, jika tidak bisa beradaptasi dan berinovasi maka sudah dipastikan mer...


Pentingnya Visioner Leader Untuk Menjadi Brand Champion

Pentingnya Visioner Leader Untuk Menjadi Brand Champion
Era digital merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dan harus dihadapi para pelaku bisnis. Seperti halnya dalam ilmu perang terdapat ungkapan, &l...


Kunci Utama Branding . Understanding Customer

Kunci Utama Branding . Understanding Customer
Berbicara tentang branding, maka hal pertama yang menjadi sangat berpengaruh adalah kesadaran dari masyarakat sebagai konsumen dalam mengenali sebuah...


Added Value, Kunci Memenangkan Persaingan Global

Added Value, Kunci Memenangkan Persaingan Global
Persaingan global adalah keniscayaan yang tidak terelakkan. Oleh karenanya, menanamkan "nilai" ke dalam produk atau jasa untuk dapat menjawa...


Sign In
VIP Members

OPINIONS




Index

INFOBRAND LETTER




Index

BRAND PRACTITIONERS




Index